Wanita di Buton Selatan Tewas Gantung Diri dan Titip Wasiat untuk Keluarga

Ali Iskandar Majid, telisik indonesia
Minggu, 02 Agustus 2026
0 dilihat
Wanita di Buton Selatan Tewas Gantung Diri dan Titip Wasiat untuk Keluarga
Proses identifikasi di TKP oleh anggota kepolisian pada jenazah H, Minggu (2/8/2026). Foto: Ali Iskandar Majid/Telisik

" Seorang wanita paruh baya berinisial H berusia 50 tahun ditemukan tewas gantung diri pada Sabtu (1/8/2026) malam. Sebelum mengakhiri hidupnya korban sempat menulis surat wasiat untuk keluarga "

BUTON SELATAN, TELISIK.ID - Seorang wanita paruh baya berinisial H berusia 50 tahun ditemukan tewas gantung diri pada Sabtu (1/8/2026) malam. Sebelum mengakhiri hidupnya korban sempat menulis surat wasiat untuk keluarga.

Peristiwa naas itu terjadi di Kelurahan Laompo, Kecamatan Batauga, Kabupaten Buton Selatan. Bedasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), Kepala Polisi Sektor (Kapolsek) Batauga, Iptu Abdul Rahman, membeberkan tindakan tersebut murni bunuh diri, sebab tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan fisik pada tubuh korban.

Rahman mengatakan, fakta ini didasarkan dengan ditemukannya barang bukti berupa tangga dan beberapa kain sarung dan sprei yang disambung oleh korban untuk mengakhiri hidupnya.

"Saat korban mengakhiri hidup di kamar pribadinya tidak ada seorang pun yang mengetahui," kata Rahman saat dikonfirmasi telisik.id, Minggu (2/8/2026).

Baca Juga: Kisah Ulama Syam Minta Doa ke PSK dan Berujung Ratusan Perempuan Pilih Tobat

Kejadian tersebut baru diketahui keluarga saat anak pertama korban, yang masih berusia 11 tahun, hendak mencek ibunya dibalik bilik rumah. Mengetahui ibunya telah meregang nyawa, K segera bergegas memberi tahu sanak keluarga atas meninggalnya korban akibat gantung diri.

"Saat kejadian tadi malam hanya almarhumah dan dua anaknya di rumah," tutur Rahman.

Polisi baru menerima laporan terkait peristiwa tersebut pada Minggu pagi pukul 07.00 Wita melalui Babinkamtibmas setempat.

Rahman menambahkan, korban mengidap penyakit sinus dan saat bersamaan sedang merasakan sakit lambung.

Saat menuju ke TKP, kata Rahman, pihaknya ditemani oleh salah satu anggota tim medis dari Puskesmas Batauga, dr. Sri Rejeki.

Hasil pemeriksaan terhadap jenazah korban tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan fisik, namun sesaat setelah korban mengakhiri hidupnya sekujur tubuhnya menjadi kaku.

Area mata korban juga diperiksa namun tidak ada respon cahaya pada pupil atau refleks cahaya negatif. Diperkirakan korban telah meninggal sekitar 6 jam sebelum masuk laporan ke kepolisian maupun puskesmas setempat.

"Pasien ini sudah dikatakan meninggal karena ada kaku mayat sekitar dua sampai enam jam, tidak tanda kekerasan fisik hanya ada bekas jeratan di lehernya," ungkap Rahman, mengutip keterangan dr. Sri Rejeki.

Baca Juga: Wujudkan Tri Dharma Perguruan Tinggi, Dosen TLM UMW Gelar Pengabdian Gerakan Lawan Cacing di SDN 1 Muara Sampara

Sebelum mengakhiri hidupnya dengan nekat gantung diri, korban sempat menuliskan surat wasiat kepada keluarga.

"Tolong antar eriq kontrol, Puskesmas 3 Agustus 2026, tangan bengkak," demikian surat wasiat yang ditulis korban di sepucuk kertas yang saat ini telah diamankan oleh kepolisian sebagai barang bukti.

Kepergian korban meninggalkan duka yang mendalam bagi keluarga dan rekan kerjanya, terlebih status korban yang merupakan kepala rumah tangga di keluarganya. Korban meninggalkan dua anak yang masing-masing masih berusia 11 dan 8 tahun.

Korban merupakan pegawai Tata Usaha (TU) di SMA Negeri 1 Batauga. Korban juga dikenal dengan kepribadian yang ramah dan mudah bersosialisasi dengan tetangga maupun rekan kerja, sehingga kematiannya meninggalkan duka mendalam bagi orang-orang terdekatnya. (C)

Penulis: Ali Iskandar Majid

Editor: Mustaqim

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Baca Juga