Kisah Penjual Es Krim Keliling, Tetap Bertahan di Tengah Gempuran Es Krim Kekinian

Gede Suyana Sriski, telisik indonesia
Jumat, 30 Januari 2026
0 dilihat
Kisah Penjual Es Krim Keliling, Tetap Bertahan di Tengah Gempuran Es Krim Kekinian
Jono, penjual es krim gerobak keliling yang masih bertahan dengan cita rasa yang sederhana di tengah gempuran es krim kekinian. Foto: Gede Suyana Sriski/Telisik.

" Di tengah menjamurnya gerai es krim modern, masih ada yang bertahan menjual es secara tradisional "

KENDARI, TELISIK.ID - Di tengah menjamurnya  gerai es krim modern, masih ada yang bertahan menjual es secara tradisional. Seperti yang dilakukan oleh Jono, penjual es krim keliling yang hanya bermodal gerobak kayu.

Ia tinggal di Jalan Banteng, Kelurahan Andounohu, Kota Kendari dan memulai usahanya sejak 1998. Setiap pukul 08.00 Wita, ia mulai keliling berjualan es krim sambil berjalan kaki mendorong gerobak tuanya.

Ia membuat es krim dengan bahan-bahan sederhana. Menggunakan susu kental manis dan juga santan, lalu menggilingnya dengan sebuah alat yang dia buat sendiri.

Alat itu diambil dari dinamo bekas mesin cuci yang sudah tak terpakai. Lalu, Jono membuatkan wadah untuk memungkinkannya memasukan bahan-bahan dasar es krim.

Setiap hari, ia dengan semangat tinggi berkeliling mendorong gerobak tuanya dengan langkah yang begitu lambat mencari rezeki demi memenuhi kebutuhan keluarganya di rumah.

Baca Juga: Uno Padel Club Kendari Hadirkan Olahraga Kekinian: Anak Muda hingga Orang Tua Bisa Coba

"Saya punya tanggung jawab di rumah, anak saya 2 sedang bersekolah semua. Jadi saya harus semangat mencari rezeki setiap hari dan tidak boleh nyerah," ujar Jono, Kamis (29/1/2026).

Harga es krim yang ia jual cukup ramah di kantong. Satu cup jika pakai cone, hanya Rp 3.000. Jika pakai roti, Rp 5.000. Satu es krim, dia peroleh untung bersih Rp 500.

Jika cuaca terik, biasanya Jono bisa mendapat Rp 200 ribu sampai Rp 250 ribu, namun jika musim penghujan seperti sekarang. sehari hanya bisa dapat Rp 100 ribu sampai Rp 150 ribu.

"Kadang habis, kadang juga tidak, namun saya tetap bersyukur dengan penghasilan berapa pun yang saya dapatkan agar tetap bisa memenuhi kebutuhan di rumah. Karena saya hanya bisa usaha ini,” ungkapnya.

Di musim yang tidak menentu saat ini, ia tetap berkeliling berjualan es krim, walaupun peminatnya saat ini sudah sedikit. Faktor sekarang juga sudah banyak inovasi es krim yang kekinian saat ini membuat peminat es krim keliling menjadi sepi pembeli.

Di tengah ketatnya persaingan es krim dengan brand besar, ia tetap optimis dan selalu bersyukur dengan apa yang ia dapatkan setiap harinya. Dia juga berpesan kepada generasi muda untuk tidak malu berusaha dan mencoba hal-hal baru.

Baca Juga: Agrowisata California Hadirkan Taman Kelinci Pertama di Sultra dan Aula Kapasitas Besar

"Yang penting tidak merugikan kamu. Kalau bisa bekerja, ya bekerja dari sekarang. Anak muda jangan kerjaannya hanya diam-diam, nanti tiba-tiba nge-slot. Jauhi kegiatan yang tidak ada manfaatnya,” ujarnya.

Salah satu pembeli es krim tersebut, Enal mengatakan, es krim yang dijual oleh Jono sangat enak karena rasanya tidak terlalu manis.

"Di banding dengan es krim yang banyak dijual di toko, memang es krim yang dijual Jono rasanya berbeda, tidak terlalu manis tapi rasanya bikin seger. Saya biasanya pesan yang pakai roti, karena sekaligus mengenyangkan juga," ujar Enal. (B)

Penulis: Gede Suyana Sriski

Editor: Kardin

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Baca Juga