Komisi V DPR RI Tinjau Kendari, Penanganan Banjir hingga Kolam Retensi Masuk Agenda Prioritas

Ahmad Jaelani, telisik indonesia
Rabu, 08 Juli 2026
0 dilihat
Komisi V DPR RI Tinjau Kendari, Penanganan Banjir hingga Kolam Retensi Masuk Agenda Prioritas
Komisi V DPR RI memperkuat dukungan pembangunan infrastruktur pengendalian banjir di Kota Kendari. Foto: Ist.

" Kunjungan Komisi V DPR RI ke Kota Kendari memperkuat sinergi percepatan pembangunan infrastruktur, terutama penanganan banjir melalui kolam retensi, drainase, dan normalisasi sungai "

JAKARTA, TELISIK.ID - Kunjungan Komisi V DPR RI ke Kota Kendari memperkuat sinergi percepatan pembangunan infrastruktur, terutama penanganan banjir melalui kolam retensi, drainase, dan normalisasi sungai.

Pemerintah Kota (Pemkotk Kendari menerima kunjungan kerja Komisi V DPR RI sebagai bagian dari upaya memperkuat koordinasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam mendorong percepatan pembangunan infrastruktur. Pertemuan yang berlangsung di Ruang Rapat Wali Kota Kendari, Rabu, 22 April 2026, membahas berbagai program strategis, mulai dari penanganan banjir hingga peningkatan infrastruktur dasar yang menjadi kebutuhan masyarakat.

Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, memanfaatkan kunjungan tersebut untuk memaparkan sejumlah program pembangunan yang telah dijalankan Pemerintah Kota Kendari.

Paparan itu mencakup sektor infrastruktur, perhubungan, perumahan, serta langkah-langkah penanganan banjir yang selama ini menjadi salah satu persoalan utama di ibu kota Provinsi Sulawesi Tenggara.

Baca Juga: Penganugerahan Gelar Adat Tolaki Warnai HUT ke-62 Sultra, Wali Kota Kendari Tegaskan Komitmen Jaga Warisan Budaya

Dalam pemaparannya, Siska menjelaskan bahwa pemerintah daerah terus berupaya menghadirkan pembangunan yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Berbagai program dilakukan untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik sekaligus memperkuat daya dukung infrastruktur perkotaan agar mampu mengimbangi perkembangan jumlah penduduk dan aktivitas ekonomi.

Wali Kota Kendari mengusulkan percepatan pembangunan kolam retensi kepada Komisi V DPR RI. Foto: Ist.

 

Salah satu isu yang mendapat perhatian khusus dalam pertemuan tersebut adalah penanganan banjir. Pemerintah Kota Kendari menilai pembangunan kolam retensi menjadi salah satu solusi yang diperlukan untuk mengurangi dampak banjir yang masih kerap terjadi di sejumlah kawasan ketika curah hujan meningkat.

Menurut Siska, rencana pembangunan kolam retensi sebenarnya telah dibahas sejak 2013. Namun, realisasi proyek tersebut masih memerlukan dukungan pemerintah pusat melalui kementerian dan lembaga yang menjadi mitra kerja Komisi V DPR RI.

“Penanganan banjir ini sudah ada sejak 2013. Banjir berdampak bagi warga kota. Harapan kami kehadiran Komisi V ke sini dan mitra kerjanya dapat mendorong realisasi infrastruktur ini,” ujarnya.

Selain pembangunan kolam retensi, Pemerintah Kota Kendari juga terus melakukan pembenahan infrastruktur jalan di berbagai wilayah.

Penataan jalan dilakukan untuk meningkatkan konektivitas antarkawasan sehingga mobilitas masyarakat menjadi lebih lancar. Infrastruktur jalan yang memadai juga diharapkan mampu mendukung kelancaran distribusi barang dan jasa yang berpengaruh terhadap aktivitas ekonomi daerah.

Di sektor perhubungan, Pemerintah Kota Kendari terus meningkatkan kualitas fasilitas transportasi agar masyarakat memperoleh layanan yang lebih aman dan nyaman.

Peningkatan infrastruktur transportasi dipandang penting untuk menunjang pertumbuhan kota sekaligus mendukung kelancaran aktivitas masyarakat sehari-hari.

Sementara itu, pada sektor perumahan, pemerintah daerah tetap menempatkan penyediaan hunian layak sebagai salah satu prioritas pembangunan. Program tersebut diarahkan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui penyediaan lingkungan permukiman yang lebih baik.

Selain pembangunan infrastruktur fisik, Pemerintah Kota Kendari juga memberikan perhatian terhadap pembenahan sistem drainase. Optimalisasi saluran air dinilai menjadi bagian penting dalam mengurangi genangan yang kerap muncul saat intensitas hujan tinggi.

Menurut Siska, pembenahan drainase harus berjalan beriringan dengan normalisasi sungai agar sistem pengendalian banjir dapat berfungsi secara optimal.

Pemerintah Kota Kendari mempercepat pembenahan drainase melalui dukungan Komisi V DPR RI. Foto: Ist.

 

Sungai yang mengalami pendangkalan berpotensi menghambat aliran air dan meningkatkan risiko banjir di kawasan permukiman.

“Selain drainase, normalisasi sungai turut menjadi prioritas. Langkah ini dilakukan untuk memastikan aliran sungai tetap lancar dan tidak mengalami pendangkalan yang dapat memicu banjir,” pungkasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Ridwan Bae, menyampaikan bahwa persoalan banjir di Kota Kendari memerlukan penanganan yang menyeluruh.

Menurutnya, meningkatnya kejadian banjir menunjukkan perlunya penguatan sistem drainase dan pengendalian banjir melalui pendekatan yang lebih terintegrasi.

Ridwan menilai pembangunan infrastruktur pengendalian banjir harus didukung dengan pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS) secara terpadu. Pendekatan tersebut dinilai mampu menciptakan sistem pengendalian banjir yang berkelanjutan dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

“Diperlukan penanganan komprehensif dan berkelanjutan berbasis pengelolaan Daerah Aliran Sungai secara terpadu,” ujarnya.

Komisi V DPR RI juga menyatakan komitmennya untuk terus mengawal pembangunan infrastruktur dan transportasi di Sulawesi Tenggara, khususnya Kota Kendari.

Dukungan tersebut diarahkan agar pembangunan dilakukan secara terintegrasi, berbasis perencanaan yang matang, serta mampu memperkuat konektivitas wilayah.

Pembangunan infrastruktur yang memadai dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi kawasan timur Indonesia.

Ridwan Bae mendorong pengelolaan daerah aliran sungai terpadu untuk mengatasi banjir Kendari. Foto: Ist.

 

Karena itu, sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah diperlukan agar berbagai program prioritas dapat direalisasikan secara bertahap sesuai kebutuhan daerah.

Baca Juga: Sampah Kota Kendari Tembus 350 Ton per Hari, Pemkot Evaluasi Total Kinerja demi Perbaikan Nilai Adipura

Kunjungan kerja Komisi V DPR RI tersebut menjadi momentum bagi Pemerintah Kota Kendari untuk menyampaikan berbagai kebutuhan pembangunan yang memerlukan dukungan pemerintah pusat.

Selain penanganan banjir, pemerintah daerah juga berharap pembangunan infrastruktur jalan, sistem transportasi, perumahan, dan fasilitas pendukung lainnya dapat terus diperkuat.

Melalui pertemuan itu, Pemerintah Kota Kendari berharap kolaborasi dengan Komisi V DPR RI beserta kementerian dan lembaga mitra kerja dapat mempercepat realisasi sejumlah program strategis.

Penanganan banjir melalui pembangunan kolam retensi, pembenahan drainase, normalisasi sungai, serta penguatan infrastruktur dasar diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan publik sekaligus mengurangi risiko bencana hidrometeorologi yang selama ini menjadi tantangan bagi Kota Kendari. (D-Adv)

Penulis: Ahmad Jaelani

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Baca Juga