JAKARTA,TELISIK.ID - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menanggapi keterangan dalam pledoi mantan penyidiknya Stepanus Robin Pattuju (SRP) di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta.

Pelaksana Juru Bicara Bidang Penindakan KPK, Ali Fikri mengatakan, tidak ada alat bukti sah untuk memproses hukum Komisioner Lili Pintauli Siregar sebagaimana permintaan mantan penyidik sekaligus terdakwa kasus dugaan suap, AKP Stepanus Robin Pattuju.

Menurutnya, lembaga antirasuah menilai keterangan Robin di persidangan sebagai testimonium de auditu. Artinya, Robin hanya mengetahui dugaan keterlibatan Lili dalam kasus jual beli jabatan di Tanjungbalai dari pihak lain yakni saksi M. Syahrial selaku mantan Wali Kota Tanjungbalai, Sumatera Utara tahun 2019.

“Sehingga keterangan terdakwa [Robin] dan para saksi dimaksud masing-masing berdiri sendiri dan tidak tentu bisa dijadikan sebagai alat bukti yang sah,” ujar Ali Fikri dalam keterangannya, Selasa (21/12/2021).

Ali membenarkan fakta terkait komunikasi antara Lili dengan Syahrial dan ada penyebutan nama pengacara Arief Aceh. Namun, ia mempertanyakan alasan Robin tidak mengakomodasi keinginan Syahrial untuk memakai jasa Arief Aceh sebagai kuasa hukum.