JAKARTA, TELISIK.ID - Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Abdullah Latopada meminta Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) untuk memanggil dan memecat Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI Mochammad Afifuddin.
Desakan ini muncul setelah KPU mengganti lima calon anggota DPR dari PKB yang terpilih pada Pemilu 2024 melalui Keputusan KPU Nomor 1349 Tahun 2024, yang ditandatangani oleh Afifuddin.
Latopada menyampaikan, dua dari lima calon legislatif (caleg) PKB yang dicoret masih dalam proses gugatan hukum, yakni Achmad Ghufron Sirodj dan Mohammad Irsyad Yusuf. Menurutnya, tindakan KPU mencoret kedua caleg tersebut tanpa adanya putusan hukum yang tetap merupakan pelanggaran.
"KPU telah melanggar aturannya sendiri, dan melanggar undang-undang," tegas Latopada dalam keterangannya di Jakarta, seperti dikutip dari Antara, Selasa (24/9/2024).
Latopada juga mencurigai adanya permainan politik di balik pencoretan lima caleg terpilih ini. Dia menuding adanya konspirasi antara Ketua KPU dengan pihak tertentu di PKB yang berujung pada pencoretan nama-nama tersebut.
