Link Video Viral 13 Menit Mahasiswi KKN Terkait Adegan Teh Pucuk, Begini Kronologi Awal Beredar hingga Klarifikasi Kampus
Ahmad Jaelani, telisik indonesia
Senin, 16 Februari 2026
0 dilihat
Video 13 menit bertagar KKN dan Teh Pucuk kembali ramai diburu warganet di media sosial. Foto: X(dulunya Twitter)@trennnkini
" Video berdurasi 13 menit dikaitkan dengan mahasiswa KKN dan kemasan minuman Teh Pucuk "

JAKARTA, TELISIK.ID - Percakapan warganet mendadak riuh, ketika potongan video berdurasi 13 menit dikaitkan dengan mahasiswa KKN dan kemasan minuman Teh Pucuk menyebar luas.
Video berdurasi 13 menit 11 detik itu kembali menjadi perbincangan setelah sejumlah akun media sosial membagikan potongan gambar dan narasi bertagar pucuk viral serta KKN viral.
Potongan tersebut memicu rasa penasaran publik, terutama karena dikaitkan dengan aktivitas mahasiswa Kuliah Kerja Nyata dan disebut-sebut terjadi di wilayah Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat.
Sejak akhir pekan, tautan yang mengklaim memuat video lengkap beredar di berbagai platform. Sejumlah unggahan menyertakan cuplikan adegan di dalam kamar kos atau rumah singgah, memperlihatkan dua orang berada di atas tempat tidur.
Narasi yang berkembang menyebut adanya kemasan minuman Teh Pucuk yang terlihat dalam rekaman sehingga memunculkan istilah video Teh Pucuk di kalangan warganet.
Baca Juga: Sosok Dianita Agustina, Polwan yang Dititipi Sekoper Narkoba dari Eks Kapolres Didik Putra Kuncoro
Penelusuran di TikTok menunjukkan banyak akun mengunggah ulang potongan gambar dengan kualitas berbeda-beda. Sebagian hanya berupa tangkapan layar, sementara lainnya menampilkan cuplikan singkat tanpa suara.
Dari situ, publik kemudian memburu tautan yang diklaim sebagai versi penuh, meski keaslian dan sumbernya belum terverifikasi.
Nama salah satu mahasiswi, Anis Januar Putri, sempat terseret dalam perbincangan. Ia disebut-sebut mirip dengan sosok perempuan di video. Namun, tuduhan tersebut langsung dibantah.
Dalam klarifikasinya, ia menyatakan bahwa dirinya tidak memiliki keterkaitan apa pun dengan rekaman tersebut dan meminta publik menghentikan penyebaran identitas pribadi.
Pihak kampus dari Universitas Mataram juga memberikan penjelasan resmi. Perwakilan Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual menyampaikan bahwa pemeran dalam video bukan mahasiswa mereka.
“Kami menegaskan bahwa pemeran dalam video itu bukan mahasiswa Unram. Video tersebut sudah ada sejak September 2025 dan kejadiannya bukan di Lombok, melainkan di luar NTB,” ujarnya dalam keterangan tertulis, seperti dikutip dari Tribunnews, Senin (16/2/2026).
Kronologi penyebaran disebut bermula dari unggahan anonim yang kemudian disalin ke berbagai grup percakapan dan media sosial. Dari sana, narasi berkembang liar tanpa verifikasi. Tagar-tagar tertentu dipakai untuk menarik perhatian, termasuk mengaitkan dengan kegiatan KKN agar mudah masuk daftar tren pencarian.
Selain klarifikasi, pihak kampus juga mengimbau masyarakat untuk tidak mudah mempercayai informasi yang belum jelas sumbernya. Mereka menekankan pentingnya melindungi privasi individu yang namanya ikut terseret.
Baca Juga: Link Video Viral Mahasiswi KKN 13 Menit Bikin Geger, Sempat Sewa Rumah Warga jadi Posko
“Kami meminta masyarakat tidak menyebarkan ulang konten atau tautan yang belum jelas kebenarannya karena dapat merugikan banyak pihak,” tambah perwakilan tersebut.
Aparat setempat dilaporkan melakukan penelusuran terkait asal-usul video dan penyebarnya. Fokusnya bukan hanya pada isi rekaman, tetapi juga potensi pelanggaran hukum digital, termasuk penyebaran konten tanpa izin serta kemungkinan penipuan melalui tautan palsu.
Sejumlah tautan yang beredar ternyata tidak mengarah ke video asli, melainkan ke laman tidak dikenal yang meminta data pribadi. Pola ini dinilai berisiko karena dapat dimanfaatkan untuk pencurian informasi atau penipuan daring. Warganet diimbau berhati-hati sebelum mengklik tautan yang tersebar luas.
Hingga kini, video tersebut masih menjadi perbincangan, namun klarifikasi resmi dari kampus dan pihak terkait menegaskan bahwa identitas mahasiswa tidak berkaitan dengan rekaman. Proses verifikasi terus berjalan, sementara publik diminta menyikapi informasi secara cermat dan bertanggung jawab. (C)
Penulis: Ahmad Jaelani
Editor: Kardin
* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS