adplus-dvertising

Lomba Artikel Hormat Bendera Menurut Hukum Islam, PKS Nilai BPIP Aneh dan Tendensius

Kardin, telisik indonesia
Jumat, 13 Agustus 2021
2200 dilihat
Lomba Artikel Hormat Bendera Menurut Hukum Islam, PKS Nilai BPIP Aneh dan Tendensius
Ketua DPD PKS, Mardani Ali Sera (pegang mic). Foto: Repro AyoJakarta.com

" Lomba tersebut mengangkat dua tema, yakni Hormat Bendera Menurut Hukum Islam dan Menyanyikan Lagu Kebangsaan Menurut Hukum Islam "

KENDARI, TELISIK.ID - Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) menggelar lomba penulisan artikel, dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional 2021.

Lomba tersebut mengangkat dua tema, yakni Hormat Bendera Menurut Hukum Islam dan Menyanyikan Lagu Kebangsaan Menurut Hukum Islam.

Staf Khusus Ketua Dewan Pengarah BPIP, Antonius Benny Susetyo mengatakan, pilihan tema tersebut menyesuaikan dengan konteks Hari Santri.


Menurutnya, BPIP melihat pentingnya nilai-nilai keagamaan dalam menyikapi cinta tanah air.

"Sekarang ini dalam rangka bulan santri, maka bulan santri tema-temanya disesuaikan dengan tema-tema Hari Santri. Ini juga kan bikin lomba yang sama untuk hari besar keagamaan. Bersifat universal," kata Benny seperti dilansir CNNIndonesia.com, Jumat (13/8/2021).

Benny menyebut, tema tersebut semata-mata karena terkait Hari Santri. Menurutnya, tujuan lomba ini untuk pemaknaan nilai-nilai keagamaan dalam memperkuat kebangsaan.

"Disesuaikan dengan Hari Santri. Sama juga hormat bendera menurut agama Kristen, Hindu, Buddha, Katolik, Konghucu," ujarnya.

Dalam pengumuman di akun Twitter BPIP, pemenang lomba akan mendapat hadiah Rp 7 juta untuk pemenang pertama, Rp 5 juta untuk pemenang kedua, dan Rp 3,5 juta untuk pemenang ketiga.

Menanggapi hal itu, Ketua DPP PKS, Mardani Ali Sera menilai, tema lomba tulisan yang dipilih oleh BPIP sangat tendensius dan aneh.

Baca Juga: Yuk, Intip Deretan Pengacara Top di Indonesia

Baca Juga: 4 Kapal Pelni Disiapkan untuk Isolasi Apung Pasien COVID-19

Pasalnya, tema tersebut justru dapat membuka luka lama dan dianggap membenturkan Pancasila dengan Islam.

"Aneh temanya dan terkesan tendensius. Jadi buka luka lama saat dikatakan musuh Pancasila itu agama. BPIP mestinya menyatukan bukan buat kontroversi. Ada ide tema lain yang lebih visioner dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional seperti 'Pandangan Santri dalam bahaya Perubahan Iklim'," kata Mardani seperti dikutip VIVA.co.id.

Menurut Mardani, masih banyak tema lain yang dapat diambil oleh BPIP, seperti salah satunya yang berkaitan dengan pemberantasan korupsi dan lain-lain. Adanya hal ini menunjukkan perlu adanya evaluasi total terhadap BPIP.

"Atau “Santri untuk Indonesia bebas korupsi”. Tapi mengubah tema hanya permukaan, paradigma BPIP mestinya menyatukan dan menguatkan peran agama dalam bingkai harmoni. BPIP perlu evaluasi total," ujar Mardani. (C)

Reporter: Kardin

Editor: Fitrah Nugraha

Artikel Terkait
Baca Juga