Narkoba Jadi Kekhawatiran Bersama Pemkab Wakatobi
Zulkifli Herman Tumangka, telisik indonesia
Jumat, 13 Februari 2026
0 dilihat
Anggota DPRD Kabupaten Wakatobi, Ariadin Latata, saat menyampaikan aspirasinya di forum Musrenbang. Foto: Zulkifli Herman T/Telisik
" Kekhawatiran terhadap narkoba mengemuka dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Kabupaten Wakatobi pada Selasa (12/2/2025) kemarin "

WAKATOBI, TELISIK.ID - Kekhawatiran terhadap narkoba mengemuka dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Kabupaten Wakatobi pada Selasa (12/2/2025) kemarin.
Dalam forum tersebut, tingginya angka kasus penyalahgunaan narkoba disebut sebagai ancaman nyata yang kini dirasakan langsung oleh masyarakat.
Hal tersebut disampaikan oleh Camat Kaledupa Selatan dan anggota DPRD dari Daerah Pemilihan Wangi-Wangi Selatan, Ariadin Latata, saat sesi tanggapan.
Ia menilai narkoba tidak lagi menjadi persoalan tersembunyi, melainkan sudah merambah ke lingkungan sosial dan keluarga, sehingga memerlukan perhatian serius dari semua pihak.
Baca Juga: Bupati Adios Wajibkan Seluruh Perangkat Daerah Buton Selatan Kerja Bakti Massal Wujudkan Program Prabowo
“Persoalan narkoba ini sudah sangat mengkhawatirkan. Kita tidak bisa menutup mata karena dampaknya langsung menyasar generasi muda kita,” tegasnya di hadapan peserta Musrenbang.
Menurutnya, jika tidak ditangani secara serius, penyalahgunaan narkoba dikhawatirkan akan meninggalkan persoalan sosial jangka panjang, mulai dari rusaknya masa depan anak-anak hingga melemahnya ketahanan keluarga di tengah masyarakat.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Bupati Wakatobi, Safia Wualo, menyampaikan bahwa pemerintah daerah memahami kegelisahan yang disuarakan dalam forum tersebut dan menegaskan komitmen untuk tidak membiarkan persoalan narkoba berkembang tanpa penanganan.
Baca Juga: Pemkot Baubau Adakan Pangan Murah di Stadion Betoambari hingga Sabtu
“Narkoba ini adalah musuh bersama. pemerintah daerah tidak bisa bekerja sendiri. Perlu keterlibatan semua pihak, mulai dari keluarga, masyarakat, agar generasi kita tidak terjebak masalah narkoba,” ujar Safia.
Masukan tersebut menjadi pengingat bahwa pembangunan daerah tidak hanya soal infrastruktur dan angka-angka, tetapi juga tentang menjaga harapan, keselamatan, dan masa depan generasi Wakatobi.
Survey BNN sepanjang 2024 menunjukan Sulawesi Tenggara menempati peringkat pertama daerah rawan narkoba se- indonesia. (B)
Penulis: Zulkifli Herman Tumangka
Editor: Mustaqim
* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS