adplus-dvertising

Mahasiswa Sultra di Jogja: PHP ini Pemprov

Affan Safani Adham, telisik indonesia
Selasa, 02 Juni 2020
3731 dilihat
Mahasiswa Sultra di Jogja: PHP ini Pemprov
Awaluddin Muh Ali, salah seorang warga Sultra yang kuliah di salah satu perguruan tinggi swasta Yogyakarta. Foto: Affan/Telisik

" Tapi yang lebih miris karena dari pihak Provinsi Sultra justru tidak kelihatan sama sekali bantuannya, sementara itu kita hanya disuruh terus isi-isi data, jadi kayak PHP ini Pemrov Sultra. "

YOGYAKARTA, TELISIK.ID - Ratusan mahasiswa yang berada di Yogyakarta, yang berasal dari berbagai daerah, tak pulang kampung lantaran pandemi COVID-19 di Tanah Air. Mereka saat ini terpaksa tetap tinggal di 45 asrama di DIY.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY, Biwara Yuswantoro, yang juga Ketua Sekretariat Gugus Tugas COVID-19 DIY, mengatakan, Pemda DIY mengambil langkah cepat memberikan bantuan sosial (bansos) kepada mereka.

Bantuan diberikan dalam bentuk sembako ke masing-masing asrama, untuk membantu memenuhi kebutuhan makan sehari-hari mahasiswa yang terdampak COVID-19.


Bansos tersebut dicairkan lebih cepat dibandingkan bantuan lain bagi masyarakat. Sebab, Pemda DIY sudah mendapatkan data valid jumlah mahasiswa yang benar-benar terdampak COVID-19.

Sementara itu, sebuah harian di Kendari menuliskan berita, para mahasiswa asal Sultra yang melanjutkan pendidikan di Yogyakarta mengundang keprihatinan.

Baca juga: Akad Nikah Kembali Dibolehkan, Perhatikan Program ABC

Terlebih, 76 orang mahasiswa asal Sultra benar-benar alami kesulitan dan harus segera dibantu. Dua asrama itu, putra dan putri hanya dapat 19 paket sembako.

Bagi Awaluddin Muh Ali, salah seorang warga Sultra, bantuannya itu memang sangat terbatas.

"Tapi yang lebih miris karena dari pihak Provinsi Sultra justru tidak kelihatan sama sekali bantuannya, sementara itu kita hanya disuruh terus isi-isi data, jadi kayak PHP ini Pemrov Sultra," papar Awaluddin, Selasa (2/6/2020).

Dia dan temannya seasrama juga merasa bingung, apakah bantuan yang  diberikan BPBD DIY itu berasal dari Pemprov Sultra atau dari DIY?

"Kalau saya saran, distribusi bantuan semacam ini harusnya disalurkan langsung saja oleh pihak pemprov, misalnya melalui bantuan berupa uang, karena masalahnya kalau sembako, otomatis harus ada tim lagi yang dibentuk di sini untuk mendistribusikan bantuan itu dan itu rawan lagi disalahgunakan," ungkapnya.

Baca juga: Kapal Pencari Ikan Kecelakaan di Perairan Wakatobi

Dia juga meminta para para wartawan, agar tidak hanya memberitakan tentang penyerahan bantuan namun seperti apa realitasnya di masyarakat juga bisa diliput.

"Ini kita yang tinggal di asrama sudah didatangi sama mahasiswa Sultra lain yang tinggal di kos, hanya gara-gara mereka dengar ada bantuan, padahal bantuannya cuma 10 paket sembako di asrama putra," keluh Awaluddin yang berasal dari Bombana.

Mahasiswa Pascasarjana salah satu perguruan tinggi swasta di Yogyakarta ini mengaku, sebetulnya tidak mempermasalahkan soal bantuan sembako yang diberikan Pemerintah Provinsi DIY yang tidak sesuai itu.

"Dengan meraih sesuatu yang maksimal mengajarkan kita rasa syukur, menyenangkan, namun meraih sesuatu yang simpel itu membuktikan bahwa kita masih mempunyai segudang kekuatan untuk beban yang lebih menantang," kata Awaluddin.

Baca juga: Reses di Tengah Pandemi, DPRD Sultra Berlakukan Protokol Kesehatan

Sebetulnya, sebanyak 453 mahasiswa dari luar DIY mendapat bantuan sosial dari Pemda DIY, meski bantuan hanya untuk yang tinggal di asrama mahasiswa saja.

Wakil Ketua Sekretariat Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 DIY, Biwara Yuswantana  menyampaikan, dipilihnya asrama mahasiswa sebagai sasaran penyaluran dikarenakan pendataannya yang mudah.

"Selain itu,  proses penyaluran bantuan juga lebih tepat sasaran," katanya.

Dia menambahkan, pendataan ini dilakukan Kesbangpol DIY.

Sampai saat ini sudah ada 44 asrama mahasiswa yang sudah masuk data penerima bantuan dengan jumlah mahasiswa sebanyak 453 orang. Bantuan tersebut hanya berupa sembako dan beberapa kebutuhan makanan tambahan.

Reporter: Affan Safani Adham

Editor: Sumarlin

Baca Juga