Mantan Gubernur Sulawesi Tenggara Nur Alam Merasa Dipermalukan dan Pilih Ditembak Mati

Gusti Kahar, telisik indonesia
Kamis, 22 Januari 2026
0 dilihat
Mantan Gubernur Sulawesi Tenggara Nur Alam Merasa Dipermalukan dan Pilih Ditembak Mati
Mantan Gubernur Sultra Nur Alam merobek kemejanya di hadapan Kadisnakertrans dan Kasat Pol PP sebagai bentuk kekecewaan pada Pemprov Sultra, Kamis (22/1/2026). Foto: Gusti Kahar/ Telisik

" Mantan Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) Nur Alam kesal terhadap langkah-langkah yang diambil Pemerintah Provinsi (Pemprov) saat ini terhadap dirinya "

KENDARI, TELISIK.ID - Mantan Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) Nur Alam kesal terhadap langkah-langkah yang diambil Pemerintah Provinsi (Pemprov) saat ini terhadap dirinya.  

Pasalnya, Pemprov Sultra terus berupaya melakukan eksekusi pengosongan aset lahan seluas 487 meter persegi yang terletak tepat di belakang kediamannya di Kelurahan Anaiwoi, Kecamatan Wuawua, Kota Kendari.

Hingga saat ini status lahan tersebut belum jelas kepada siapa hak kepemilikannya. Versi Nur Alam status lahan masih dalam izin surat penghunian (SIP)-nya, sedangkan Pemprov Sultra berpendapat SIP gugur seiring dengan berakhirnya suatu masa jabatan.

Baca Juga: Kadis Kominfo Sultra Ungkap Kewenangan Perizinan Tambang di Konawe Kepulauan

Nur Alam merasa tidak dihargai sebagai mantan Gubernur Sultra yang pernah mengabdikan diri kepada negara.  

Nur Alam meluapkan kemarahannya di hadapan Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Sultra, LM. Ali Haswandy, dan Kepala Satuan (Kasat) Polisi Pamong Praja (Pol PP), Hamin Imbuh.  

Sambil membuka bajunya Nur Alam mengatakan ia mendingan mati daripada dipermalukan di hadapan masyarakat yang dulunya pernah dipimpinnya.  

"Bagaimana kalau saya buka baju, bunuh saya aja sekarang. Panggil bosmu, suruh tembak bunuh saya sekarang ini. Banyak vidio yang beredar di sini biar presiden tau bagaimana kelakuan pemerintah daerah Sulawesi Tenggara terhadap mantan gubernur," tegasnya, Kamis (22/1/2026).

Baca Juga: Pemprov Sultra Kembali Ekseskusi Lahan Nur Alam, Sempat Adu Mulut Tanya Bukti Admistrasi

Nur Alam mengatakan tidak pernah memanfaatkan jabatannya pada saat itu untuk mengambil aset negara. Ia meminta rumah dinas yang dulu dihuninya ditarik dengan cara-cara yang beretika.

"Saya berhenti dari gubernur tidak ada satu potong pun aset yang saya pakai. Bukan persoalan tidak mau, ini masalah etika, hargai kita ini orang tua," ujarnya.

Nur Alam meminta kepada Pemprov Sultra menjalankan roda pemerintahan yang berpedoman pada peraturan perundang-undangan dan peraturan daerah. (C)

Penulis: Gusti Kahar

Editor: Mustaqim

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Baca Juga