Cetak Biru APBN Prabowo 2027, Berikut Daftar Lengkap Target Ekonomi hingga Nilai Tukar Rupiah
Ahmad Jaelani, telisik indonesia
Jumat, 22 Mei 2026
0 dilihat
Presiden Prabowo Subianto membeberkan rancangan awal APBN 2027 dengan target defisit rendah dan penurunan kemiskinan nasional. Foto: Instagram@prabowo
" Langkah awal penyusunan APBN 2027 mulai dipetakan pemerintah saat Presiden Prabowo Subianto membeberkan target defisit, nilai tukar rupiah, inflasi, hingga penurunan kemiskinan "

JAKARTA, TELISIK.ID - Langkah awal penyusunan APBN 2027 mulai dipetakan pemerintah saat Presiden Prabowo Subianto membeberkan target defisit, nilai tukar rupiah, inflasi, hingga penurunan kemiskinan dalam rapat paripurna DPR RI.
Pemerintah mulai menyusun arah kebijakan fiskal nasional untuk 2027 melalui rancangan awal Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang disampaikan Presiden Prabowo Subianto dalam rapat paripurna DPR RI di Jakarta, Rabu, 20 Mei 2026.
Dalam pidatonya, Prabowo menegaskan pemerintah akan menjaga defisit anggaran tetap rendah. Defisit APBN 2027 ditargetkan berada pada kisaran 1,8 persen hingga 2,4 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).
Postur fiskal tersebut disusun dengan mempertimbangkan efisiensi belanja negara dan optimalisasi pendapatan negara. Belanja negara dirancang berada pada kisaran 13,62 persen hingga 14,8 persen dari PDB. Sementara pendapatan negara ditargetkan mencapai 11,82 persen hingga 12,40 persen dari PDB.
“Kita akan berjuang terus menekan dan memperkecil defisit ini,” kata Prabowo saat menyampaikan pidato di Gedung DPR RI, sebagaimana dikutip dari CNBC Indonesia, Jumat (22/5/2026).
Selain menyoroti postur fiskal, pemerintah juga menetapkan asumsi dasar ekonomi makro yang akan menjadi acuan dalam Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) 2027.
Baca Juga: Penerimaan APBN 2026 Cuan Rp 918 Triliun dan Negara Untung 14 Persen
Salah satu asumsi yang menjadi perhatian adalah nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. Pemerintah menargetkan kurs rupiah berada pada rentang Rp16.800 hingga Rp17.500 per dolar AS.
“Nilai tukar kita jaga di Rp16.800 - Rp17.500 per dolar AS. Strategi fiskal dan moneter harus strategi yang mampu untuk menjaga nilai tukar kita tetap stabil terhadap mata uang dunia,” ujar Prabowo.
Selain nilai tukar, pemerintah juga memasukkan sejumlah target ekonomi lainnya dalam rancangan APBN 2027. Target tersebut mencakup inflasi, pertumbuhan ekonomi, suku bunga, hingga lifting minyak dan gas nasional.
Berikut daftar lengkap asumsi makro APBN 2027:
1. Defisit APBN: 1,8 persen hingga 2,4 persen dari PDB;
2. Belanja negara: 13,62 persen hingga 14,8 persen dari PDB;
3. Pendapatan negara: 11,82 persen hingga 12,40 persen dari PDB;
4. Nilai tukar rupiah: Rp16.800 hingga Rp17.500 per dolar AS;
5. Inflasi: 1,5 persen hingga 3,5 persen;
6. Pertumbuhan ekonomi: 5,8 persen hingga 6,5 persen;
7. Suku bunga SBN 10 tahun: 6,5 persen hingga 7,3 persen;
8. Lifting minyak: 602 ribu hingga 615 ribu barel per hari;
9. Lifting gas: 934 ribu hingga 977 ribu barel setara minyak per hari;
10. Harga minyak mentah Indonesia (ICP): US$70 hingga US$95 per barel.
Pemerintah juga menargetkan penurunan angka kemiskinan dan pengangguran melalui kebijakan fiskal tersebut. Tingkat kemiskinan nasional pada 2027 diproyeksikan turun menjadi 6,0 persen hingga 6,5 persen.
Angka tersebut lebih rendah dibanding target kemiskinan pada 2026 yang berada di kisaran 6,5 persen hingga 7,5 persen.
Sementara itu, tingkat pengangguran ditargetkan turun menjadi 4,3 persen hingga 4,87 persen. Target itu juga lebih rendah dibandingkan target pengangguran tahun sebelumnya yang berada pada rentang 4,44 persen hingga 4,96 persen.
“Dan pertumbuhan tersebut harus tercermin pada meningkatnya kesejahteraan rakyat secara nyata karena itu angka kemiskinan ditargetkan turun ke rentang 6,0-6,5 persen dari target sebelumnya 6,5 - 7,5 persen. Sementara itu tingkat pengangguran harus turun pada rentang 4,3 persen - 4,87 persen,” ungkap Prabowo.
Baca Juga: Awal Mei 2026 APBN Sudah Defisit Rp 240 Triliun, Begini Penjelasannya
Dalam kesempatan yang sama, pemerintah turut menetapkan sejumlah indikator pembangunan lainnya. Rasio gini pada 2027 ditargetkan berada di level 0,362 hingga 0,367. Kemudian indeks modal manusia dipatok pada angka 0,575.
Selain itu, indeks kesejahteraan petani ditargetkan mencapai 0,8038. Pemerintah juga menargetkan proporsi penciptaan lapangan kerja formal berada di level 40,81 persen.
Rancangan awal APBN 2027 tersebut akan menjadi dasar pembahasan lanjutan pemerintah bersama DPR RI sebelum masuk ke tahapan penyusunan RAPBN 2027 secara penuh. (C)
Penulis: Ahmad Jaelani
Editor: Kardin
* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS