KENDARI, TELISIK.ID - Dinas Pariwisata (Dispar) Provinsi Sulawesi Tenggara, bakal menggelar even Kaghati Kolope, acara yang menampilkan layang-layang tertua di dunia, direncanakan berlangsung dari tanggal 19 hingga 21 Juli 2024 mendatang.
Kaghati, permainan tradisional layang-layang masyarakat Suku Muna, Sulawesi Tenggara, terbuat dari daun ubi yang dikeringkan dan serat nenas yang dianyam bersama.
Menurut Wolfgang Bick, seorang konsultan yang melakukan penelitian di Muna pada tahun 1997, Kaghati telah dimainkan oleh nenek moyang masyarakat Muna selama empat ribu tahun.
Bersumber dari warisanbudaya.kemdikbud.go.id, penemuan lukisan tangan manusia di Gua Sugi, Desa Liangkobori, membuktikan bahwa layang-layang ini merupakan bagian penting dari kehidupan masyarakat Muna jauh sebelum kehadiran layang-layang China yang terbuat dari kain parasut dan batang aluminium.
Kaghati bukan hanya sekadar permainan, tetapi juga memiliki makna spiritual bagi suku Muna. Sebelum Islam masuk ke Muna, layang-layang ini digunakan dalam ritual keagamaan untuk mencapai Tuhan mereka, matahari.
