Mengenal Merkuri dari Sejarah dan Kegunaannya

Fitrah Nugraha, telisik indonesia
Jumat, 15 Juli 2022
0 dilihat
Mengenal Merkuri dari Sejarah dan Kegunaannya
Merkuri yang keluar dari termometer yang pecah. Foto: Repro shutterstock

" Salah satu unsur kimia yang penemu dan tanggal penemunya tidak diketahui adalah merkuri atau air raksa (Hg). "

JAKARTA, TELISIK.ID - Salah satu unsur kimia yang penemu dan tanggal penemunya tidak diketahui adalah merkuri atau air raksa (Hg).

Kendati penemu dan tanggal penemunya belum diketahui, namun jejak penggunaan merkuri sudah ada sejak lama.

Dikutip tribunnews dari epa.gov, merkuri adalah unsur kimia yang terbentuk secara alami dan ditemukan dalam batuan kerak bumi.

Unsur kimia satu ini termasuk unsur yang ada di dalam endapan batu bara. Merkuri atau biasa disebut air raksa ini dalam tabel periodik disimbolkan dengan 'Hg" dengan nomor atom 80.

Sejarah penemuan merkuri:

Melansir kompas.com dari Chemicool.com, merkuri sudah dikenal oleh orang China, Mesir dan Hindu kuno sekitar 1500 SM dengan ditemukannya kandungan zat tersebut di makam Mesir kuno dari tahun tersebut.

Pada abad ke-4 SM, Aristoteles menyebut merkuri secara tertulis sebagai "hydro-argyros", yang diterjemahkan sebagai cairan perak atau air perak.

Sementara, nama merkuri berasal dari alkimia pada abad ke-6, seperti yang dikutip dari Britannica.

"Hg" menjadi simbol kimia modernnya setelah bangsa Romawi memodifikasi "hydro-argyros" menjadi bahasa Latin "Hydragyrum".

Para alkemis dalam sejarah mengamati aliran yang cepat dari elemen cair merkurius, dan menyamakannya dengan planet yang bergerak paling cepat, Merkurius.

Baca Juga: Karakter Spiritual dan Sosial Harus Dipersiapkan Hadapi Era Society 5.0

Merkurius itu sendiri merupakan nama dewa Romawi yang bergerak cepat.

Merkuri berwarna putih keperakan, berupa cairan tak berbau dan mengkilap.

Merkuri perlahan menguap di udara lembab, dan membeku menjadi padatan lunak, seperti timah atau timbal pada suhu 38,83 Celcius (?37,89 Fahrenheit). Mendidih pada 356,62 Celcius (673,91 Fahrenheit).

Merkuri itu beracun. Keracunan dapat terjadi akibat menghirup uap, menelan berupa senyawa larut, atau menyerap merkuri melalui kulit.

Meski manusia modern saat ini mengenal merkuri memiliki kandungan toksisitas yang tinggi, orang zaman dulu menggunakan zat ini untuk ramuan hidup abadi.

Kaisar China menggunakan merkuri untuk memperpanjang hidup mereka, yang justru kemungkinan besar memberikan efek sebaliknya.

Kaisar China yang terkenal menggunakan merkuri karena berambisi untuk berumur panjang adalah Qin Shi Huang (259 SM - 210 SM).

Untuk diketahui berikut kegunaan dari Merkuri:

Alkemis percaya merkuri adalah zat yang paling penting karena memiliki bentuk padat dan cair, sehingga kegunaan merkuri sangatlah banyak.

Jabir Ibn Hayyan yang hidup di Persia (Iran) pada abad ke-6 M percaya semua logam didasarkan pada merkuri yang dicampur dalam proporsi yang berbeda dan kemurnian yang berbeda dengan belerang.

Jika merkuri dan belerang benar-benar murni dan tercampur dalam proporsi yang sempurna, mereka akan membentuk emas, kata Ibn Hayyan, seperti yang dikutip dari Chemicool.com.

Pada 1759 Adam Braun dan Mikhail Lomonosov bekerja di St Petersburg, Rusia memperoleh merkuri padat dengan membekukan termometer merkuri dalam campuran salju dan asam nitrat pekat.

Ini memberikan bukti kuat bahwa merkuri memiliki sifat yang mirip dengan logam lain.

Pada 1772 dan 1774, ilmuwan Swedia Carl W Scheele dan ahli kimia Inggris Joseph Priestley memanaskan merkuri oksida dan menemukannya menghasilkan gas yang membuat lilin menyala 5 kali lebih cepat dari biasanya.

Baca Juga: UHO Kendari Evaluasi Kurikulum dan Ukur Ketercapaian CPL

Di zaman modern, merkuri digunakan dalam barometer dan manometer (alat untuk mengukur tekanan gas dan cairan), karena kepadatannya yang tinggi.

Merkuri juga memiliki laju ekspansi termal yang hampir linier, sehingga digunakan secara luas pada termometer.

Kemudahan untuk menggabungkan merkuri dengan logam, membuat zat kimia ini digunakan untuk mengekstraksi emas, perak, dan platinum dari bijihnya.

Merkuri banyak digunakan untuk peralatan listrik, digunakan pada lampu uap merkuri (yang memancarkan cahaya yang kaya akan radiasi ultraviolet).

Lampu uap merkuri itu biasanya digunakan untuk penerangan jalan, sebagai lampu matahari, dan sebagai lampu UV (black light).

Berbagai senyawa kimia merkuri saat ini juga digunakan dalam pengobatan, kedokteran gigi, kosmetik (maskara), serta dalam pertanian untuk membuat fungisida. (C)

Penulis: Fitrah Nugraha

Editor: Musdar

Artikel Terkait
Baca Juga