KENDARI, TELISIK.ID - Sulawesi Tenggara memiliki beragam budaya dan kearifan lokal di setiap daerahnya. Salah satunya Tari Linda dari Kabupaten Muna. Tari Linda berasal dari bahasa Muna yang berarti menari sambil berkeliling, karena para penari yang mengenakan sayap indah akan berkeliling.
Tarian ini kerap diperagakan pada saat acara-acara besar seperti acara kari'a atau pingitan maupun penyambutan tamu. Tari Linda merupakan tarian tradisional masyarakat Muna yang dalam kepercayaan masyarakat Muna merupakan bentuk latihan-latihan para kalambe Muna atau gadis Muna dalam hal pengendalian diri.
Di sisi lainnya, pertunjukan Tari Linda dalam pandangan masyarakat Muna, sebagai proses pembersian diri. Dilansir dari pariwisataindonesia.id, tari ini diciptakan pada abad ke-16 oleh Wa Ode Wakelu, permaisuri Raja La Ode Ngkadiri (Raja Muna ke-12). Tari ini lalu mulai dipentaskan sejak abad ke-16, tepatnya pada masa pemerintahan La Ode Husein (Raja Muna ke-16).
“Salah satu gerakan lemah lembut dalam Tari Linda disebut berasal dari gerakan menari bidadari. Konon, asal muasal Tari Linda berasal dari legenda yang mirip dengan kisah Jaka Tarub,” tulisnya.
Baca Juga: Intip Pesona Kearifan Lokal di Desa Wisata Kahianga, Wakatobi
