adplus-dvertising

Minim Penumpang, Kapal Cepat MV Trans JB Berhenti Beroperasi di Kolut

Muh. Risal H, telisik indonesia
Rabu, 24 November 2021
7216 dilihat
Minim Penumpang, Kapal Cepat MV Trans JB Berhenti Beroperasi di Kolut
Kapal cepat fiber MV. Trans JB kini tak lagi beroperasi di Kolaka Utara. Foto: Ist.

" Minim penumpang, kapal Cepat Fiber MV Trans JB milik Perusahaan Pelayaran Nasional PT Zakaria Karya Bersama, memilih berhenti beroperasi di Kabupaten Kolaka Utara (Kolut) "

KOLAKA UTARA, TELISIK.ID - Minim penumpang, kapal Cepat Fiber MV Trans JB milik Perusahaan Pelayaran Nasional PT Zakaria Karya Bersama, memilih berhenti beroperasi di Kabupaten Kolaka Utara (Kolut).

Sebelumnya, kapal cepat tersebut menjadi perintis awal penumpang rute  Pelabuhan Tobaku, Kolaka Utara menuju Pelabuhan Bangsala Siwa, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan (Sulsel) pulang pergi (PP), setelah beberapa tahun trayek tersebut vakum.

Namun, kehadiran armada lain yakni Kapal Motor (KM) Ekspress Bahari 88 milik PT Belibis Putra dengan rute yang sama, secara ekonomis tidak menguntungkan, menyebabkan MV Trans JB yang telah beroperasi selama setahun memilih rute baru.


Kepala Cabang, PT Zakaria Karya Bersama, wilayah Ternate, Fadillah mengungkapkan, sejak 25 September 2021 MV Trans JB berhenti melayani rute penyeberangan penumpang dari Pelabuhan Tobaku, menuju Siwa.

Baca Juga: Wakatobi Emas, Siapkan Rumah Layak Huni Bagi Warga Suku Bajo

"Iya Pak, kami sudah pindah rute ke Ternate, Maluku Utara," terangnya, kepada Telisik.id melalui WhatsApp, Rabu (24/11/2021).

Menurut dia, penyebab perusahaan tempat ia bekerja menghentikan rute lama dikarenakan ingin mencari rute baru yang lebih menguntungkan bukan karena anjloknya penumpang.

"Bukan karena penumpang anjlok. Kebetulan kemarin dapat rute baru yang lebih bagus. Namanya usaha Pak, ya  kalau ada tempat yang lebih baik kita harus ke situ dan kami yakin kalau rezeki tidak ke mana. Alhamdulillah di sini penumpangnya ramai terus Pak," jelasnya.

Sementara itu, menurut Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kolut, Ir. Junus, M.Si, dari awal pihaknya sudah menyampaikan ke pemilik perusahaan kapal cepat fiber Ekspress Bahari 88 kalau secara ekonomis kebutuhan penumpang rute Tobaku - Siwa tidak terlalu menguntungkan tetapi mereka tetap ingin masuk.

Baca Juga: Tidak Ada Jadwal, Kapal Feri di Amolengo-Labuan Beroperasi Non Stop

"Tentu kami sebagai Pemerintah Daerah tidak boleh ada yang dianaktirikan, kalau orang bermohon tidak boleh kita menolak. Asas ekonomi kita, ekonomi kerakyatan, semua orang berhak mendapatkan akses. Atas dasar itu, sehingga kami menerima armada baru tersebut," terangnya.  

Dalam perjalanannya, kata Junus,  kapal cepat yang lebih awal membuka rute Tobaku-Siwa yakni MV Trans JB, menghitung kondisi penumpang secara ekonomis kurang menguntungkan bagi mereka sehingga pihak perusahaan memilih rute Ternate, Maluku Utara.  

"Meski demikian, mereka berharap jika besok lusa ingin kembali Pemerintah Daerah juga tetap memberi ruang bagi mereka," pungkasnya.

Untuk diketahui, saat ini kapal yang melayani penumpang rute pelabuhan penyebrangan Tobaku-Siwa pasca MV. Trans JB tutup yakni Ekspress Bahari 88. (B)

Reporter: Muh. Risal H

Editor: Haerani Hambali

Artikel Terkait
Baca Juga