adplus-dvertising

Muscab ke-2 IBI, Pemkab Butur Dorong Bidan Tingkatkan Pelayanan Ibu dan Anak

Laode Yus Asman, telisik indonesia
Selasa, 09 Maret 2021
917 dilihat
Muscab ke-2 IBI, Pemkab Butur Dorong Bidan Tingkatkan Pelayanan Ibu dan Anak
Wakil Bupati Butur Ahali, SH., MH bersama pengurus IBI Cabang Butur. Foto: Laode Yus Asman/Telisik

" Karena kalau tidak ada kekompakan ada-ada saja hal yang bisa mengganggu atau merusak kinerja kita. "

BUTON UTARA, TELISIK.ID - Wakil Bupati Buton utara (Butur) Ahali, SH., MH membuka Rapat Musyawara (Muscab) ke-2 Ikatan Bidan Indonesia (IBI) cabang Butur tahun 2021, Selasa (9/3/2021).

Muscab ini bertema, Bidan garda terdepan pengawal Kesehatan Martenal Neonatal melalui germas dan pelayanan berkualitas.

Wakil Bupati Butur Ahali mengatakan, pemerintah daerah (Pemda) sangat mendukung kegiatan ini. Pasalnya, sangat berkaitan dengan visi misi Pemda Butur, dalam hal ini peningkatan pelayanan kesehatan melalui program halo dokter.


Olehnya itu, Ahali mengintruksikan kepada para tenaga kesehatan kebidanan agar pelayanannya lebih ditingkatkan, demi kenyamanan masyarakat Butur.

Selain itu, ia juga menyampaikan agar selalu menjaga kekompakan antara junior dan senior senasib dan sepenanggungan. Hal seperti itu yang perlu dijaga.

Baca juga: Kemenkeu Buka Blokir 52 Desa di Konawe, Dana Desa dan Honor Aparat Siap Dibayar

Tidak hanya tenaga bidan saja, tetapi orang nomor dua di Butur itu memberikan himbauan kepada para kepala puskesmas (Kapus) yang ada, agar selalu menjaga kekompakan dalam bekerja dan melaksanakan tugasnya dengan baik sebagai mana harapan Pemda Butur.

"Karena kalau tidak ada kekompakan ada-ada saja hal yang bisa mengganggu atau merusak kinerja kita," pesannya.

Sementara itu, Ketua IBI Cabang Butur Suwiati mengungkapkan, bidan sebagai garda terdepan yang mengemban tugas yang sifatnya menyelamatkan tiga jiwa.

Ketiga jiwa tersebut adalah jiwa seorang ibu, jiwa seorang anak, dan juga menyelamatkan kesehatan reproduksi seorang perempuan.

"Tugas ini tentunya bukan tugas yang ringan, dan ini sudah tanggun jawab seorang bidan," pungkasnya.

Baca juga: Jelang Ramadan, Pemerintah Antisipasi Lonjakan Harga Daging Sapi dan Bawang di Konawe

Ia juga mengungkapkan, pengembangan organisasi IBI diperlukan kesadaran dan dukungan dari anggota IBI, sebagai satu wadah profesi yang bergerak dalam bidang pelayanan masyarakat, serta turut berperan mendukung program pemerintah dalam bidang kesehatan.

Suwiati menambahkan, jumlah tenaga bidan di Butur ada 246 orang, dengan rincian 118 PNS dan 128 tenaga honorer.

Olehnya itu, kata dia, untuk meningkatkan keterampilan tenaga bidan, perlu adanya suntikan dana dari pemerintah daerah untuk selalu mengasah keterampilan dengan mengadakan pelatihan kebidanan.

"Seorang bidan yang tidak memiliki Surat Tanda Registrasi (STR) tidak diwajibkan untuk memberikan  pelayanan secara langsung kepada masyarakat, tetapi hanya bisa bekerja sebagai tenaga administrasi baik di rumah sakit maupun Puskesmas.

"Harapan kami, Pemda dapat membantu dari sisi anggaran ketika itu ada, maka kompetensi bidan akan bagus. Dengan begitu, itu akan terjadi penurunan angka kematian ibu dan bayi," tutupnya. (B)

Reporter: Laode Yus Asman

Editor: Fitrah Nugraha

TAG:
Baca Juga