adplus-dvertising

Musni Umar: Pria yang Dibunuh Ruslan Buton Bukan Petani tapi Preman

Muhammad Israjab, telisik indonesia
Rabu, 03 Juni 2020
7437 dilihat
Musni Umar: Pria yang Dibunuh Ruslan Buton Bukan Petani tapi Preman
Musni Umar (tengah), Rektor Universitas Ibnu Chaldun. Foto: Repro akurat.co

" Tadi siang saya ditemui dan diberitahu tetangga Ruslan Buton di Baubau bahwa La Gode yang dibunuh bukan petani tetapi preman di Halmahera yang sangat meresahkan masyarakat. Dia dibunuh ketika menyerang asrama TNI. Itu sebabnya Ruslan Buton dkk dapat apresiasi warga. "

KENDARI, TELISIK.ID - Musni Umar yang merupakan Rektor Universitas Ibnu Chaldun menguak secara gamblang sosok La Gode, petani cengkeh yang menjadi korban pembunuhan Ruslan Buton ketika masih menjabat Komandan Pos SSK III Yonif RK/32 Banau pada Oktober 2017 lalu.

Sosok La Gode yang ditulis Musni Umar lewat akun Twitter-nya, @musniumar 2 Juni 2020, bukanlah petani sebagaimana disebutkan selama ini.

Bahkan Musni menyebut tindakan Ruslan Buton justru mendapat apresiasi warga di daerah tersebut.


"Tadi siang saya ditemui dan diberitahu tetangga Ruslan Buton di Baubau bahwa La Gode yang dibunuh bukan petani tetapi preman di Halmahera yang sangat meresahkan masyarakat. Dia dibunuh ketika menyerang asrama TNI. Itu sebabnya Ruslan Buton dkk dapat apresiasi warga," dikutip dari laman twitter nya @musniumar, Rabu (3/6/2020).

Baca juga: Dua ABK Korban Kecelakaan Kapal Ditemukan, Lima Hilang

Cuitan Musni sudah di-Retweet sebanyak 2.050 kali dan disukai 6.700 netizen.

Sebelumnya Ruslan Buton ditangkap karena telah menyebarkan video pembacaan surat terbuka yang meminta Presiden Joko Widodo atau Jokowi mundur dari jabatannya sebagai orang nomor satu di Indonesia.

Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad) Kolonel Inf Nefra Firdaus menegaskan bahwa Ruslan Buton yang ditangkap setelah meminta Presiden Jokowi mundur, bukan seorang prajurit lagi.

"Ruslan Buton dipecat dari TNI karena kasus pembunuhan La Gode pada Oktober 2017. Mantan perwira pertama di Yonif RK 732/Banau terakhir berpangkat Kapten Infanteri,” ujar Nefra ketika yang dikutip dari JPNN, Sabtu (30/5/2020).

Baca juga: Begini Sosok Ruslan Buton di Mata Keluarga

Ketika terlibat kasus pembunuhan, Ruslan menjabat sebagai Komandan Kompi sekaligus Komandan Pos Satgas SSK III Yonif RK 732/Banau.

Kasus yang melibatkan Ruslan ini berawal dari penangkapan yang dilakukan terhadap La Gode karena mencuri singkong.

Kemudian, La Gode dititipkan ke Pos Satuan Tugas Pengamanan Daerah Rawan (Satgas Pamrahwan) di Pulau Taliabu, Maluku Utara karena polisi tak ada ruang tahanan.

Tak berapa setelah itu, La Gode ditemukan tewas karena dianiaya.

Reporter Muhammad Israjab

Editor: Haerani Hambali

Baca Juga