Nilai Investasi Minus 19 Persen, Wali Kota Kendari Akui Ada Kelemahan Sejumlah Sektor saat Paripurna DPRD
Muhammad Israjab, telisik indonesia
Selasa, 28 April 2026
0 dilihat
Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran dan Ketua DPRD Kendari, La Ode Inarto, saat rapat paripurna penyampaian rekomendasi DPRD terhadap LKPJ Wali Kota Kendari tahun 2025 sekaligus penyerahan keputusan DPRD. Foto: Muhammad Israjab/Telisik
" Kinerja investasi di Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) anjlok, hingga minus 19 persen "

TELISIK.ID, KENDARI - Kinerja investasi di Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) anjlok, hingga minus 19 persen.
Hal itu diungkap saat rapat paripurna penyampaian rekomendasi DPRD Kota Kendari terhadap Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Wali Kota Kendari tahun 2025 sekaligus penyerahan keputusan DPRD.
Berlangsung di gedung Paripurna DPRD Kota Kendari, Jalan Madusila, Kelurahan Wundumbatu, Kecamatan Poasia, Kota Kendari, Selasa (28/4/2026) siang
Disampaikan Ketua Pansus LKPJ DPRD Kota Kendari, Muslimin T, kalau hal kinerja investasi merosot karena masih berbelitnya birokrasi.
Selain itu, terkait kepastian hukum yang masih lemah. Sehingga perlu adanya pembenahan.
"Kinerja investasi yang anjlok minus 19 persen adalah alarm keras, menandakan birokrasi berbelit dan kepastian hukum lemah, wajib dibenahi tanpa kompromi," katanya saat paripurna.
Bca Juga: DPP PKS Copot Rizki Brilian Pagala dari Wakil Ketua DPRD Kota Kendari, La Yuli Ditunjuk jadi Pengganti
Tak hanya ivestasi disoal Pansus LKPJ DPRD Kota Kendari, ada juga pertumbuhan ekonomi namun tanpa dampak.
Karena belum mampu menekan angka pengangguran, meski pertumbuhan ekonomi mencapai 5,6 persen.
"Pemerintah daerah harus menghentikan paradoks pertumbuhan tanpa dampak, karena pertumbuhan ekonomi 5,6 persen belum mampu menekan pengangguran secara signifikan," kata anggota DPRD dari Partai Demokrat tersebut.
Sementara, Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, mengakui adanya kelemahan di beberapa sektor, termasuk sektor ekonomi, namun menurutnya, hal tersebut terjadi hampir di seluruh daerah se-Indonesia.
"Kita harus melihat kondisi kita juga, berdampak secara nasional. Pada prinsipnya kami terus menjalankan administrasi sesuai perundang-undangan," ucapnya kepada awak media.
Tercatat, realisasi investasi tahun 2025 di Kota Kendari, mencapai Rp 719,1 miliar atau 83 persen dari target Rp 870,4 miliar.
Berdasarkan keterangan dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kendari.
Jika dibandingkan tahun sebelumnya, capaian investasi tahun 2024 yaitu Rp 889,1 miliar atau 54 persen dari target Rp 1,6 triliun.
Baca Juga: Pengaruh Miras, Remaja Putri 18 Tahun di Kota Kendari Nekat Iris Lengan Pakai Silet Diduga Kekasih Selingkuh
Kepala DPMPTSP Kendari, Ibram Agus Sakti mengatakan, ada penurunan penyerapan sekitar Rp 170 miliar dari tahun 2024 ke 2025.
Disebabkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 28 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko.
"Dalam pelaksanaannya, sistemnya masih sering mengalami gangguan teknis, khususnya pengajuan PKKPR (Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang)," katanya, Rabu (28/1/206) lalu. (A)
Penulis: Muhammad Israjab
Editor: Kardin
* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS