Profil Laode Sulaeman: Pria Asal Sulawesi Tenggara jadi Dirjen Dipercaya Bahlil Atur Lifting Migas Nasional

Ahmad Jaelani, telisik indonesia
Sabtu, 06 Juni 2026
0 dilihat
Profil Laode Sulaeman: Pria Asal Sulawesi Tenggara jadi Dirjen Dipercaya Bahlil Atur Lifting Migas Nasional
Laode Sulaeman, putra Sulawesi Tenggara, dipercaya memimpin Dirjen Migas untuk meningkatkan lifting nasional. Foto: Repro ESDM

" Nama Laode Sulaeman menjadi perhatian publik setelah dipercaya Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia untuk menjabat sebagai Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) "

JAKARTA, TELISIK.ID - Nama Laode Sulaeman menjadi perhatian publik setelah dipercaya Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia untuk menjabat sebagai Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas).

Penunjukan tersebut menempatkan putra asal Sulawesi Tenggara itu pada posisi strategis yang berkaitan langsung dengan pengelolaan sektor minyak dan gas bumi nasional.

Laode Sulaeman resmi dilantik oleh Bahlil Lahadalia pada 29 Agustus 2025 di Gedung Sarula, Kementerian ESDM, Jakarta. Pelantikan itu mengakhiri kekosongan jabatan Dirjen Migas yang sebelumnya berlangsung selama beberapa bulan.

Dalam arahannya, Bahlil menegaskan bahwa tugas utama yang harus segera dijalankan Laode adalah membantu pemerintah meningkatkan lifting migas nasional. Menurutnya, peningkatan produksi minyak dan gas bumi menjadi bagian penting dalam mewujudkan ketahanan energi dan swasembada energi yang menjadi program prioritas pemerintah.

"Alhamdulillah hari ini saya melantik dirjen migas yang dalam waktu beberapa bulan terakhir kosong, yaitu Bapak Laode Sulaeman. Tugas berat kepada Bapak Laode untuk menjalankan apa yang menjadi Asta Cita dan perintah Bapak Presiden terkait dengan swasembada energi dan ketahanan energi," kata Bahlil, seperti dikutip dari laman resmi ESDM, Sabtu (6/6/2026).

Baca Juga: Menteri PU Akui Ada Praktik Bagi-bagi Fee Proyek Sekolah Rakyat 2026, Kontrak Dinilai Tak Sesuai Target

Selain itu, Bahlil meminta Laode segera membangun koordinasi yang kuat dengan SKK Migas, Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS), serta berbagai pihak yang terlibat dalam sektor hulu migas. Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga dan meningkatkan capaian lifting migas nasional.

Menurut Bahlil, kondisi lifting migas Indonesia saat ini masih membutuhkan perhatian serius. Pemerintah terus mendorong peningkatan produksi agar target yang telah ditetapkan dapat tercapai.

"Salah satu tugas Bapak (Dirjen Migas) adalah untuk membantu saya adalah kedaulatan energi dalam konteks peningkatan lifting. Kita tahu semua bahwa lifting kita dalam kondisi yang tidak sebaik sebelum tahun 2020. Sekarang, laporan yang saya terima sudah menghasilkan 600 ribu barel, sementara target kita di tahun 2025 sebesar 605.000 barel," ujarnya.

Bahlil juga menekankan pentingnya integritas dalam menjalankan tugas. Ia mengingatkan agar seluruh kebijakan dan langkah yang diambil tetap berpedoman pada aturan yang berlaku.

"Jadi, saya titip Pak Laode agar aturan harus dipegang. Yang bisa saya jelaskan kepada Pak Laode adalah jangan mau dikendalikan oleh siapapun, jadikan aturan sebagai pedoman," tegasnya.

Selain peningkatan produksi, Menteri ESDM meminta agar berbagai regulasi yang dinilai menghambat percepatan investasi dan peningkatan lifting segera dievaluasi. Ia juga mendorong percepatan proses tender terhadap wilayah kerja migas yang belum dilelang.

"Segera perbaiki regulasi yang menyulitkan percepatan peningkatan lifting migas dan segera lakukan tender-tender blok-blok yang belum melakukan tender. Kita harus fokus meningkatkan lifting dan menjalankan aturan," tutur Bahlil.

Menanggapi arahan tersebut, Laode menyatakan siap melaksanakan seluruh tugas yang diberikan. Ia berkomitmen menjalankan kebijakan Kementerian ESDM dan mendukung upaya peningkatan lifting migas nasional sesuai target pemerintah.

Laode Sulaeman lahir di Nganganaumala, Baubau, Sulawesi Tenggara, pada 25 Mei 1971. Ia merupakan birokrat karier yang telah mengabdikan diri di lingkungan Kementerian ESDM selama lebih dari dua dekade.

Sebelum dipercaya menjadi Dirjen Migas, Laode menjabat sebagai Direktur Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur Minyak dan Gas Bumi sejak 2022. Jabatan tersebut membuatnya terlibat langsung dalam berbagai program pembangunan dan pengembangan infrastruktur migas nasional.

Dari sisi pendidikan, Laode merupakan lulusan Teknologi Gas dan Petrokimia Universitas Indonesia pada 1996. Ia kemudian melanjutkan pendidikan Magister Teknik Kimia di Universitas Indonesia dan menyelesaikannya pada 2002.

Riwayat Pendidikan Laode Sulaeman:

1. SDN 1 Nganganaumala, lulus 1984.

2. SLTP Negeri 1 Baubau, lulus 1987.

3. SMA Negeri 1 Baubau, Jurusan Fisika, lulus 1990.

4. S1 Teknologi Gas dan Petrokimia Universitas Indonesia, lulus 1996.

5. S2 Teknik Kimia Universitas Indonesia, lulus 2002.

Riwayat Jabatan Strategis:

1. Staf Puslitbang Teknologi Migas Lemigas (2002-2008).

2. Kepala Subbagian Kerja Sama Multilateral dan Regional Biro Perencanaan (2008-2013).

3. Kepala Bagian Analisis dan Evaluasi Biro Perencanaan Sekretariat Jenderal ESDM (2013-2016).

Baca Juga: Heboh Suplai Dana SPPG Dihentikan, Begini Penjelasan Resmi Bos Baru BGN

4. Kepala Subdirektorat Investasi Ketenagalistrikan (2017-2019).

5. Kepala Pusat Pengembangan SDM Ketenagalistrikan, Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi (2019-2022).

6. Direktur Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur Migas (2022-2025).

7. Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (2025-sekarang).

Dengan pengalaman panjang di sektor energi, Laode Sulaeman kini mengemban tanggung jawab mengawal peningkatan lifting migas nasional sekaligus mendukung target ketahanan energi yang menjadi salah satu fokus pemerintah dalam beberapa tahun mendatang. (C)

Penulis: Ahmad Jaelani

Editor: Kardin

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Baca Juga