Astindo Sultra Datangkan 80 Wisatawan ke Festival Labengki, Dampak Ekonomi Tembus Rp 241 Juta
Ana Pratiwi, telisik indonesia
Sabtu, 06 Juni 2026
0 dilihat
Peserta dan panitia Festival Labengki 2026 di salah satu titik panorama Pulau Labengki, Kabupaten Konawe Utara. Festival digelar pada 29-30 Mei 2026 berhasil menarik puluhan wisatawan dan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat setempat. Foto: Ist.
" Kehadiran puluhan wisatawan dalam Festival Labengki tidak hanya meramaikan destinasi unggulan Konawe Utara, tetapi juga mendorong perputaran ekonomi masyarakat hingga ratusan juta rupiah "

KENDARI, TELISIK.ID - Kehadiran puluhan wisatawan dalam Festival Labengki tidak hanya meramaikan destinasi unggulan Konawe Utara, tetapi juga mendorong perputaran ekonomi masyarakat hingga ratusan juta rupiah.
Festival Labengki yang berlangsung pada 29–30 Mei 2026 di Kabupaten Konawe Utara memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat setempat. Melalui kolaborasi Asosiasi Travel Agent Indonesia (Astindo) Sulawesi Tenggara dan Dinas Pariwisata Konawe Utara, sebanyak 80 wisatawan berhasil didatangkan ke kawasan wisata Labengki.
Kehadiran wisatawan tersebut berasal dari berbagai program promosi dan penjualan paket wisata yang dilakukan oleh agen perjalanan yang tergabung dalam Astindo Sultra. Selain mengikuti rangkaian kegiatan festival, para wisatawan juga menikmati berbagai destinasi yang berada di kawasan Labengki.
Ketua Astindo Sultra, Sartika, mengatakan keterlibatan organisasinya tidak hanya sebatas mendukung pelaksanaan festival, tetapi juga berperan dalam mendatangkan wisatawan melalui penjualan paket perjalanan wisata.
Baca Juga: Pesona Air Terjun Tumburano Konawe Kepulauan jadi Pemikat Wisatawan saat Libur Lebaran
"Festival Labengki tidak hanya menjadi ajang promosi pariwisata, tapi memberi dampak nyata terhadap peningkatan ekonomi masyarakat lokal. Astindo mensupport dengan menjualkan paket wisatanya," ujar Sartika dalam keterangan tertulis, Sabtu (6/6/2026).
Menurutnya, dampak ekonomi yang dihasilkan selama festival dirasakan oleh berbagai sektor usaha yang terlibat secara langsung. Mulai dari pemilik homestay, pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), penyedia jasa transportasi laut, pemilik warung makan, hingga peserta lomba yang berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.
Berdasarkan data Astindo Sultra, total perputaran ekonomi selama dua hari pelaksanaan festival mencapai sekitar Rp241,5 juta. Angka tersebut berasal dari berbagai sumber pendapatan yang tersebar di kalangan masyarakat dan pelaku usaha lokal.
Rinciannya, delapan unit kapal penumpang yang melayani mobilitas wisatawan memperoleh pendapatan sekitar Rp40 juta. Peserta berbagai perlombaan yang digelar selama festival mendapatkan sekitar Rp16 juta. Sementara itu, pemilik homestay mencatat pendapatan mencapai Rp105 juta.
Selain itu, pemilik warung makan dan usaha kuliner memperoleh pendapatan lebih dari Rp20 juta. Tiket masuk kawasan wisata menyumbang sekitar Rp10,5 juta, sedangkan agen perjalanan atau travel agent mendapatkan pendapatan sekitar Rp50 juta dari penjualan paket wisata.
Baca Juga: Tradisi Kasambu-sambu Perkuat Identitas Budaya Masyarakat Buton
Secara keseluruhan, Festival Labengki diikuti sekitar 210 peserta dan wisatawan. Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ruang promosi destinasi wisata unggulan Konawe Utara, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat yang berada di sekitar kawasan wisata.
Selama dua hari pelaksanaan, panitia menghadirkan sejumlah agenda yang melibatkan masyarakat dan wisatawan. Beberapa di antaranya adalah Explore Labengki, Lomba Masak, Lomba Karaoke, Katinting Race, Lulo Bersama, Aksi Bersih Labengki, serta Mini Expo UMKM.
Beragam kegiatan tersebut menjadi wadah interaksi antara wisatawan dengan masyarakat setempat. Para pengunjung tidak hanya menikmati panorama laut dan gugusan pulau yang menjadi daya tarik utama Labengki, tetapi juga berkesempatan mengenal kehidupan sosial dan budaya masyarakat Bajo yang bermukim di kawasan tersebut.
Pengalaman wisata yang memadukan keindahan alam, aktivitas budaya, dan keterlibatan masyarakat lokal menjadi bagian dari upaya memperkuat posisi Labengki sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Sulawesi Tenggara. Melalui penyelenggaraan festival dan dukungan berbagai pihak, kawasan ini diharapkan terus menarik kunjungan wisatawan sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat. (Adv)
Penulis: Ana Pratiwi
Editor: Ahmad Jaelani
* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS