Pembentukan TIMPORA di Bombana, Imigrasi Perkuat Pengawasan Orang Asing dan Cegah TPPO
Ana Pratiwi, telisik indonesia
Sabtu, 09 Mei 2026
0 dilihat
Rapat Kantor Imigrasi Kelas I TPI Kendari bersama Pemda Bombana dalam pembentukan dan rapat kordinasi TIMPORA. Foto: Ist.
" Perkembangan kawasan industri di Bombana mendorong Imigrasi memperkuat pengawasan orang asing melalui pembentukan TIMPORA demi menjaga stabilitas keamanan daerah secara terintegrasi "

BOMBANA, TELISIK.ID - Perkembangan kawasan industri di Bombana mendorong Imigrasi memperkuat pengawasan orang asing melalui pembentukan TIMPORA demi menjaga stabilitas keamanan daerah secara terintegrasi.
Kantor Imigrasi Kelas I TPI Kendari membentuk Tim Pengawasan Orang Asing (TIMPORA) di Kabupaten Bombana sebagai langkah memperkuat pengawasan terhadap keberadaan serta aktivitas warga negara asing di wilayah tersebut.
Kegiatan itu dirangkaikan dengan rapat koordinasi lintas instansi yang mengangkat tema Peran TIMPORA dalam Menjaga Stabilitas Keamanan Daerah melalui Pengawasan Orang Asing dan Pencegahan TPPO/TPPM.
Pembentukan TIMPORA dilakukan di tengah meningkatnya aktivitas pembangunan dan pengembangan kawasan industri di Kabupaten Bombana. Pemerintah menilai perkembangan sektor industri strategis di daerah tersebut berpotensi menghadirkan tenaga kerja asing sehingga pengawasan perlu dilakukan lebih dini dan terkoordinasi.
Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Kendari, Muhammad Novrian Jaya, mengatakan TIMPORA memiliki fungsi penting dalam memperkuat koordinasi antarinstansi terkait pengawasan orang asing di daerah.
“TIMPORA merupakan wadah koordinasi lintas instansi yang memiliki peran strategis dalam melakukan pengawasan terhadap keberadaan dan kegiatan orang asing. Melalui sinergi antar instansi, pengawasan dapat dilakukan secara lebih efektif, maksimal, dan tepat sasaran,” ujarnya, lewat keterangan tertulis yang diterima telisik.id, Sabtu (9/5/2026).
Selain membahas pengawasan orang asing, Imigrasi Kendari juga memperkenalkan program pelayanan keimigrasian yang ditujukan untuk memudahkan masyarakat Bombana mengakses layanan paspor dan administrasi lainnya.
Baca Juga: Semarakkan MTQ dalam Rangka HUT Sultra ke-62, Imigrasi Kendari Hadirkan Booth Pelayanan di Tengah Masyarakat
Muhammad Novrian Jaya menyebut program tersebut diberi nama IKENI LAPAK atau Imigrasi Kendari Layanan Paspor antar Kabupaten. Program itu disiapkan sebagai layanan jemput bola bagi masyarakat di daerah yang memiliki jarak cukup jauh dari Kota Kendari.
“Melalui program Imigrasi untuk Rakyat, kami akan menghadirkan IKENI LAPAK (Imigrasi Kendari Layanan Paspor antar Kabupaten) sebagai layanan jemput bola. Mengingat jarak tempuh Kota Kendari ke Kabupaten Bombana yang cukup jauh, sekitar 4 jam dengan jarak kurang lebih 160 km, kami ingin memastikan masyarakat tetap mendapatkan pelayanan keimigrasian tanpa harus menempuh perjalanan jauh ke Kota Kendari,” jelasnya.
Dalam kegiatan tersebut, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Sulawesi Tenggara, Ganda Samosir, turut hadir sebagai narasumber. Ia menegaskan pengawasan terhadap orang asing tidak dapat dilakukan oleh satu instansi saja, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh unsur pemerintah serta masyarakat.
“Pengawasan orang asing merupakan tanggung jawab kami, namun tidak dapat dilaksanakan secara sendiri. Diperlukan keterlibatan seluruh elemen pemerintah dan masyarakat melalui sinergi dan koordinasi yang kuat agar pengawasan dapat berjalan secara optimal. Dengan kolaborasi yang solid, setiap potensi pelanggaran dapat diantisipasi sejak dini,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap potensi Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan Tindak Pidana Penyelundupan Manusia (TPPM), terutama di tengah meningkatnya mobilitas masyarakat dan tenaga kerja.
“Kita harus meningkatkan kewaspadaan terhadap praktik TPPO dan TPPM. Jangan sampai masyarakat menjadi korban. Oleh karena itu, diperlukan peran aktif seluruh elemen, baik pemerintah, aparat penegak hukum, maupun masyarakat dalam mengenali potensi dan indikasi terjadinya tindak pidana tersebut. Melalui sinergi dan koordinasi yang baik, diharapkan upaya pencegahan dapat dilakukan secara maksimal,” ungkapnya.
Wakil Bupati Bombana, Ahmad Yani, menyampaikan apresiasi atas terbentuknya TIMPORA di daerahnya. Menurut dia, keberadaan tim tersebut akan membantu memperkuat koordinasi lintas sektor dalam pengawasan orang asing.
“Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas terbentuknya TIMPORA di Kabupaten Bombana. Dengan terbentuknya TIMPORA ini, koordinasi lintas instansi dalam pengawasan orang asing dapat dilaksanakan secara lebih efektif, terintegrasi, dan tanpa hambatan, sehingga pengawasan dapat berjalan optimal,” ujarnya.
Ahmad Yani juga menyampaikan dukungan pemerintah daerah terhadap rencana pembukaan layanan keimigrasian di Bombana melalui Mall Pelayanan Publik.
“Kami juga berterima kasih kepada Kantor Imigrasi Kelas I TPI Kendari yang akan membuka layanan keimigrasian di daerah kami. Pemerintah daerah akan memfasilitasi pelayanan tersebut melalui Mall Pelayanan Publik, sehingga masyarakat Kabupaten Bombana tidak perlu lagi mengeluarkan biaya besar untuk pergi ke Kendari, cukup dengan datang ke Mall Pelayanan Publik,” katanya.
Baca Juga: Dekat dengan Masyarakat, Imigrasi Kendari Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis di Lalonggasumeeto Konawe
Ia berharap TIMPORA mampu memberikan manfaat nyata dalam menjaga keamanan daerah sekaligus memperkuat pengawasan terhadap warga negara asing di Bombana.
“Kami berharap tim ini dapat memberikan manfaat nyata dalam menjaga stabilitas keamanan daerah serta memperkuat pengawasan orang asing, khususnya di wilayah Kabupaten Bombana,” tambahnya.
Dengan terbentuknya TIMPORA, koordinasi lintas sektor diharapkan semakin kuat dalam menghadapi dinamika masuknya warga negara asing di tengah percepatan pembangunan daerah.
Program tersebut juga disebut sejalan dengan kebijakan Direktorat Jenderal Imigrasi melalui program Imigrasi untuk Rakyat yang menekankan pelayanan adaptif, responsif, dan mudah dijangkau masyarakat. (Adv)
Penulis: Ana Pratiwi
Editor: Ahmad Jaelani
* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS