RAPBN 2027 Mulai Berubah, Defisit Diprediksi Tembus di Atas 1,8 Persen

Ahmad Jaelani, telisik indonesia
Sabtu, 08 Agustus 2026
0 dilihat
RAPBN 2027 Mulai Berubah, Defisit Diprediksi Tembus di Atas 1,8 Persen
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menyerahkan dokumen dalam agenda pembahasan RAPBN 2027 bersama pimpinan dan anggota DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta. Foto: Instagram@puan maharani

" Target defisit RAPBN 2027 berpotensi berada di atas 1,8 persen "

JAKARTA, TELISIK.ID - Target defisit RAPBN 2027 berpotensi berada di atas 1,8 persen setelah pemerintah menerima tambahan usulan belanja dan program baru dari kementerian/lembaga dalam pembahasan bersama DPR.

Kementerian Keuangan mengungkapkan, perubahan tersebut muncul setelah dokumen Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal atau KEM-PPKF 2027 dibahas lebih lanjut bersama kementerian/lembaga dan komisi-komisi di DPR.

Sebelumnya, pemerintah dan DPR telah menyepakati kisaran target defisit APBN 2027 sebesar 1,8 persen hingga 2,4 persen terhadap Produk Domestik Bruto atau PDB.

Kesepakatan tersebut ditetapkan dalam pembicaraan pendahuluan KEM-PPKF pada Mei 2026. Namun, pembahasan lanjutan memunculkan sejumlah aspirasi, tambahan kebutuhan belanja, dan program baru yang perlu diperhitungkan dalam penyusunan anggaran.

Direktur Penyusunan APBN Direktorat Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan, Rofyanto Kurniawan, mengatakan tambahan kebutuhan belanja tersebut menjadi salah satu faktor yang membuat target defisit berpotensi berubah.

"KEM-PPKF kan sudah disampaikan ke DPR, kemudian dibahas kementerian-lembaga dengan komisi-komisi di DPR. Dalam pembahasan itu kan ada aspirasi, ada usulan tambahan, juga ada program-program baru dan sebagainya, tentunya kita berharap masukan dari publik ini bisa melengkapi dan memperbaiki," kata Rofyanto dalam Konsultasi Publik RUU APBN 2027, seperti dikutip dari CNBC Indonesia, Sabtu (8/8/2026).

Baca Juga: Pilkada Tanpa Wakil Kepala Daerah Diusulkan, DPR Klaim 60 Persen Hubungan Berujung Disharmoni

Menurut Rofyanto, kondisi tersebut membuat batas bawah target defisit yang sebelumnya berada pada angka 1,8 persen terhadap PDB berpotensi bergerak lebih tinggi.

"Meskipun kemarin defisitnya kita siapkan 1,8% sampai 2,4%, namun ini sepertinya bergerak di atas 1,8%," terang Rofyanto.

Meski demikian, pemerintah belum menetapkan angka final defisit RAPBN 2027. Kementerian Keuangan masih melakukan finalisasi terhadap kebutuhan belanja dan pembiayaan sebelum pemerintah menyampaikan angka resmi.

Rofyanto memastikan angka tersebut akan disampaikan Presiden Prabowo Subianto bersamaan dengan Nota Keuangan dalam pidato penyampaian RAPBN 2027 di hadapan DPR pada 14 Agustus 2026.

"Kalau angka yang pastinya, itu kan nanti akan disampaikan oleh Pak Presiden dalam pidato 14 Agustus mendatang. Tapi yang pasti kan lebih tinggi dari 1,8%, karena untuk menampung tadi ya, tambahan belanja, aspirasi, dan sebagainya," ujar Rofyanto.

Dengan demikian, kisaran defisit yang sebelumnya disepakati dalam KEM-PPKF masih dapat berubah dalam penyusunan RAPBN 2027. Perubahan tersebut akan disesuaikan dengan kebutuhan belanja, usulan program baru, serta hasil pembahasan pemerintah dan DPR.

Sejumlah faktor yang memengaruhi perubahan defisit RAPBN 2027

Tambahan kebutuhan anggaran yang muncul dalam pembahasan pemerintah dan DPR menjadi bagian dari proses penyusunan RAPBN 2027. Berdasarkan penjelasan Kementerian Keuangan, beberapa hal yang menjadi perhatian antara lain:

1. Tambahan usulan belanja kementerian/lembaga.

Kebutuhan belanja baru muncul dalam pembahasan antara kementerian/lembaga dan komisi-komisi di DPR.

2. Program-program baru.

Sejumlah program baru turut diusulkan sehingga pemerintah perlu menghitung kembali kebutuhan anggaran dan pembiayaannya.

3. Aspirasi dalam pembahasan bersama DPR.

Aspirasi yang disampaikan dalam pembahasan KEM-PPKF menjadi bagian dari masukan dalam penyusunan anggaran.

4. Penyesuaian kebutuhan pembiayaan.

Pemerintah masih melakukan finalisasi terhadap kebutuhan belanja dan pembiayaan sebelum menentukan angka defisit final.

Baca Juga: Daftar Tarif Listrik PLN per kWh Resmi Berlaku Agustus-September 2026

Menunggu pidato Presiden

Target final defisit RAPBN 2027 akan diketahui setelah Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato mengenai RAPBN dan Nota Keuangan di hadapan DPR pada 14 Agustus 2026.

Angka tersebut selanjutnya menjadi dasar pembahasan RAPBN 2027 antara pemerintah dan DPR. Proses pembahasan akan menentukan besaran pendapatan negara, belanja negara, defisit, serta pembiayaan dalam APBN Tahun Anggaran 2027.

Sebelum angka final diumumkan, pemerintah masih memiliki ruang untuk melakukan penyesuaian terhadap rancangan anggaran berdasarkan perkembangan pembahasan dan kebutuhan belanja negara.

Kementerian Keuangan sebelumnya menempatkan target defisit pada kisaran 1,8 persen hingga 2,4 persen terhadap PDB. Namun, dengan adanya tambahan kebutuhan belanja, pemerintah mengindikasikan angka tersebut, khususnya batas bawahnya, berpotensi berada di atas 1,8 persen.

Kepastian mengenai besaran defisit akan disampaikan secara resmi dalam pidato Presiden pada 14 Agustus 2026. Setelah itu, pemerintah bersama DPR akan melanjutkan pembahasan hingga RAPBN 2027 ditetapkan menjadi APBN 2027. (C)

Penulis: Ahmad Jaelani

Editor: Kardin

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Baca Juga