Oleh: Prof. Abd. Rasyid Masri

Akademisi dan Pebisnis

AWAL tahun mestinya kehidupan bangsa Indonesua lebih baik, lebih damai, lebih rukun sejuk dan lebih harmoni antar anak bangsa.

Namun, di awal tahun baru 2022 masyarakat Indonesia diributkan berbagai kasus penista agama. Pernyataan kontroversial bermuatan penghinaan keyakinan dan nilai agama tertentu, seakan mengawali tahun baru 2022.

Perbuatan penista agama dan penyebar ujaran kebencian dan penghinaan, merupakan indikator kemiskinan moral dan kemiskinan budaya, ditandai terkikisnya budaya saling menghargai.