adplus-dvertising

The Power of Belief

Abd. Rasyid Masri, telisik indonesia
Sabtu, 21 Agustus 2021
2277 dilihat
The Power of Belief
Prof. Dr. H.A. Rasyid Masri, mantan Ketua Umum HMI Cabang Kendari Periode 1994/1995. Foto: Ist.

" Dahsyatnya kekuatan keyakinan (the power of belief) mampu mengalahkan kekuatan yang menurut logika tak mungkin dikalahkan. "

Oleh: Prof. Dr. H.A. Rasyid Masri

Mantan Ketua Umum HMI Cabang Kendari Periode 1994/1995

DAHSYATNYA kekuatan keyakinan (the power of belief) mampu mengalahkan kekuatan yang menurut logika tak mungkin dikalahkan. 


Jangan pernah menyerah dan jangan pernah putus asa dari rahmat Allah, jangan pernah mundur apa yang menjadi cita-cita dan keyakinan yang benar, apa yang menjadi keyakinan teruslah terus diperjuangkan meminjam istilah kader kader HMI “YAKUSA” yakin usaha sampai.   

Salah satu rahasia orang-orang yang sukses dalam bisnis, sukses dalam pendidikan, sukses dalam politik dan sukses dalam dakwah karena kemampuan mengolah keyakinan yang mengantarkan energi dan motivasi tinggi dalam kerja untuk terus berjuang mencapai apa yang menjadi keyakinan.  

Contoh dari “the power of belief" adalah berita yang lagi viral yakni semangat keyakinan dan motivasi tinggi pejuang Taliban yang berhasil merebut kota Kabul, Afganistan pada 15 Agustus 2021 tanpa pertumpahan darah yang berarti.     

Mungkin kita tidak setuju dengan gaya kehidupan dan ideologi perjuangan Taliban di masa lalu, tapi fakta lain menunjukan bahwa Taliban dengan semangat kekuatan keyakinan yang dahsyat sebagai sumber energi, kekuatan tak kenal menyerah berhasil mempermalukan negara-negara raksasa adidaya.

Sebut saja Rusia berhasil dipermalukan oleh Taliban dan Amerika Serikat 20 tahun lebih bercokol menguasai Afganistan, juga menyerah pulang kampung setelah kelelahan menghadapi semangat kekuatan keyakinan militansi pejuang Taliban yang terus menyala tak pernah padam, dan tak berujung, termasuk sekutunya NATO pulang kampung semua.

Baca juga: Belajar untuk Sekolah tetapi Tidak untuk Hidup

Baca juga: Persatuan dan Stigma Negatif Pasien COVID-19

Maka pejuang Taliban terus bergerak melakukan penyerangan ke kota-kota besar provinsi dan berhasil menaklukkan satu persatu kota penting dan termasuk ibu kota Kabul, Afganistan, dan di luar perkiraan pengamatan dunia internasional yang memperkirakan kisaran 90 hari ibu kota Kabul baru bisa dikuasai oleh pejuang Taliban karena Amerika Serikat telah menyiapkan dan melatih banyak tentara lokal dengan senjata lengkap telah didik dan dilatih AS untuk mempertahankan ibu kota Kabul.

Namun fakta berkata lain, ternyata di luar dugaan tak butuh waktu lama hanya kurang lebih sebulan ibu kota Kabul dan istana presiden jatuh dan dikuasai oleh pejuang Taliban tanpa pertumpahan darah yang berarti atau peperangan yang berarti karena banyak tentara nasional Afganistan menyerah.

Bahkan Presiden Afganistan Ashraf Ghani, Minggu 15 Agustus 2021 melihat keperkasaan kekuatan keyakinan pejuang Taliban, langsung kabur tinggalkan istana menuju negara tetangga terdekat (info terakhir sang presiden berada  di negara Uni Emirat Arab) dengan membawa berkarung-karung duit bersama orang-orang kepercayaan nya.

Dengan kaburnya terbirit-birit Presiden Ashraf Gani dari istana maka sebagai simbol pemerintahan, itu artinya Afganistan telah menyerah dan menjadi simbol kekalahan.  Tentara Afganistan ikut menyerah, dengan mudah pasukan pejuang Taliban akhirnya berhasil menguasai ibu kota Kabul dan menguasai seluruh wilayah termasuk istana kepresidenan. Dengan demikian berakhir sudah pemerintahan boneka Barat selama 20 tahun yakni Amerika Serikat dan NATO sekutunya.

Dunia menunggu seperti apa sistem pemerintahan baru Taliban, karena juru bicara resmi Taliban, telah resmi mengumumkan bahwa Taliban akan tampil beda dengan Taliban 20 tahun yang lalu. Wanita sudah bisa kerja di luar rumah, bisa bersekolah dan membuka diri menjalin hubungan dunia internasional.

Juga mengumumkan akan memberi amnesti pengampunan bagi tentara dan rakyat Afganistan yang mau bergabung termasuk anggota pemerintahan sebelumnya secara selektif. Maka jadikanlah keyakinanmu, sebagai sumber kekuatan dan sumber motivasi hidup, untuk mencapai tujuan dan cita-cita yang mulia. (*)

Artikel Terkait
Baca Juga