BUTON, TELISIK.ID - Selain meninggalkan benteng terluas di dunia, Kesultanan Buton juga meninggalkan sejumlah tradisi ritual adat yang hingga kini masih dilestarikan oleh masyarakat yang tersebar di wilayah pemerintahan eks kesultanan.

Salah satunya adalah ritual pesta panen akhir tahun. Ritual ini masih ditemukan di beberapa daerah bekas wilayah eks kesultanan, seperti Buton Selatan (Busel), Buton Tengah (Buteng) dan Buton Induk bahkan Kota Baubau.

Setelah Desa Suandala, Kecamatan Lasalimu, ritual pesta panen yang dikemas dalam bentuk pesta kampung ini juga digelar masyarakat Desa Waoleona, Kecamatan Lasalimu, Kabupaten Buton.

Ritual yang sudah dilakukan sejak 250 tahun lalu ini dihadiri langsung Bupati Buton, La Bakry beserta jajarannya dan tokoh masyarakat Kepton sekaligus pemerhati Budaya Buton, Samsu Umar Abdul Samiun pada Sabtu (26/12/2020) kemarin.

Dalam bahasa masyarakat setempat, pesta kampung ini disebut Bongkano Khopo atau pesta panen. Awalnya, Bongkano Khopo ini merupakan tradisi penyerahan hasil tanam masyarakat kepada kesultanan yang saat ini kenal dengan istilah pajak negara. Masyarakat kemudian bisa menikmati hasil panen itu setelah bagian untuk kesultanan sudah diserahkan.