Pj Bupati Buton Ingatkan Masyarakat Waspada Dampak Kemarau Panjang

Febriyani, telisik indonesia
Kamis, 21 September 2023
0 dilihat
Pj Bupati Buton Ingatkan Masyarakat Waspada Dampak Kemarau Panjang
Penjabat (Pj) Bupati Buton, La Ode Mustari, mengimbau kepala desa dan camat yang merupakan ujung tombak pelayanan masyarakat, membantu menangani tiga agenda nasional yang menjadi fokus pemerintahan. Foto: Ist.

" Pj Bupati Buton mengingatkan para kades, lurah dan camat, agar mewaspadai dampak musim kemarau berkepanjangan yang sedang melanda Indonesia "

BUTON, TELISIK.ID - Penjabat (Pj) Bupati Buton, La Ode Mustari, mengimbau kepala desa dan camat yang merupakan ujung tombak pelayanan masyarakat, dapat membantu menangani tiga agenda nasional yang menjadi fokus pemerintahan.

Salah satu program nasional tersebut adalah penanganan stunting yang terus menjadi tugas kita bersama sampai saat ini. Dan di Kabupaten Buton telah terbentuk Tim Penanganan Penurunan Stunting.

"Secara alamiah kita tidak akan terkena dampak stunting karena kita merupakan daerah pesisir dimana cukup banyak protein yang kita konsumsi tiap harinya,” ungkap La ode Mustari, Kamis (21/9/2023).

Pj. Bupati Buton menegaskan, berkaitan dengan penanganan stunting menggunakan dana desa, harus dikelola secara transparan karena masyarakat sekarang sudah cerdas.

Mantan Camat Betoambari ini juga mengingatkan para kades, lurah dan camat, agar mewaspadai dampak musim kemarau yang berkepanjangan yang sedang melanda Indonesia.

Baca Juga: Puncak Kemarau Diprediksi Hingga September, Potensi Gagal Panen

“Saat ini kita masuk kondisi musim kekeringan atau musim kemarau. Olehnya itu saya imbau kepada para camat, lurah dan kepala desa agar melaporkan ketika ada kekurangan air bersih. Musim kekeringan ini harus menjadi perhatian para kepala desa jangan sampai ada masyarakat yang kekurangan air bersih,” katanya.

Selain itu, Ia juga mengimbau agar saling menjaga dan mengingatkan bencana kebakaran yang rentan terjadi di musim kemarau. Olehnya itu, harus diwaspadai mengingat kebiasaan masyarakat Buton membakar lahan atau kebun untuk membuka lahan baru untuk menanam jagung dan lainnya.

“Saya harapkan kepada seluruh kepala desa agar mengingatkan warganya khususnya para petani atau masyarakat yang membakar lahan harus diawasi,” katanya.

Menyinggung pro kontra yang terjadi di masyarakat berkaitan dengan hadirnya Indomaret, Sekwan DPRD Sulawesi Tenggara ini menegaskan kepada para camat, lurah dan kades agar mensosialisasikan kepada masyarakat bahwa dengan kehadiran Indomaret, dapat menjadi sebuah persaingan yang bisa memotivasi masyarakat lokal untuk berusaha.

“Kehadiran Indomaret merupakan aksesoris kota. Oleh sebab itu, di tahun 2024 saya punya obsesi dan akan memprogramkan Pasarwajo harus terang benderang dan pembangunan pintu gerbang di setiap perbatasan Kabupaten Buton,” katanya.

Pj. Bupati Buton mengatakan, izin  pendirian gerai Indomaret berikutnya ditunda sementara. Ke depan izinnya akan diperkatat lagi, dan akan meminta pandangan dan pendapat tokoh-tokoh masyarakat di wilayah itu.

Mengenai kehadiran Indomaret di Kabupaten Buton, Lurah Kambula-bulana  Fardayana Fanny terus memberi pemahaman kepada masyarakat bahwa Indomaret merupakan salah satu aksesoris kota, tentunya dengan ini juga kita harus belajar banyak tentang bisnis agar kita tidak kalah saing dengan Indomaret.

Baca Juga: Jelang Musim Kemarau Masyarakat Dimbau Waspadai Hal Ini

"Semoga masyarakat bisa mengerti. Sesuai dengan arahan Pj bupati, kita sama-sama menggenjot penurunan angka stunting dan terus memngembangkan potensi yang ada di desa terutama sumber daya manusia," tuturnya.

Sementara Kepala Desa Wolowa, Jumadin, terus berupaya menjadikan Desa Wolowa, Kecamatan Wolowa, menjadi salah satu desa bebas stunting di Kabupaten Buton, mengingat stunting adalah masalah nasional yang perlu perhatian khusus.

"Kami terus berupaya menjadi desa bebas stunting. Kami memmanfaatkan lahan pekarangan rumah untuk ditanami berbagai jenis sayur-sayuran dan obat tradisional," ungkapnya.

Dia juga memberdayakan Bumdes untuk meningkatkan sumber daya manusia, dan tentunya meningkatkan perekonomian masyarakat. (A)

Penulis: Febriyani

Editor: Haerani Hambali

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS 

Baca Juga