Prabowo Doyan ke Luar Negeri, Seskab Teddy Klaim Bisa Bawa Pulang Investasi Rp 2.430 Triliun
Ahmad Jaelani, telisik indonesia
Selasa, 02 Juni 2026
0 dilihat
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyebut kunjungan luar negeri Prabowo Subianto menghasilkan investasi triliunan rupiah. Foto: Instagram@catataseskab
" Frekuensi kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke berbagai negara kembali menjadi sorotan "

JAKARTA, TELISIK.ID - Frekuensi kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke berbagai negara kembali menjadi sorotan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengungkap nilai investasi yang diklaim masuk ke Indonesia mencapai Rp 2.430 triliun.
Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menyebut berbagai kunjungan luar negeri yang dilakukan Presiden Prabowo Subianto selama satu setengah tahun terakhir memberikan dampak terhadap peningkatan investasi dan kerja sama internasional Indonesia.
Menurut Teddy, berdasarkan data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), total investasi yang masuk ke Indonesia dalam periode tersebut mencapai sekitar Rp 2.430 triliun. Ia mengatakan angka tersebut menjadi salah satu hasil yang diperoleh dari aktivitas diplomasi Presiden Prabowo dengan sejumlah negara mitra.
"Total investasi yang masuk dalam 1,5 tahun ini adalah sekitar Rp 2.430 triliun, itu data dari BKPM. Kemudian contoh konkret lagi nih, bulan lalu Presiden Prabowo ke Jepang dan Korea, kembali langsung ada investasi sekitar Rp 575 triliun," kata Teddy dalam keterangan videonya, dikutip Selasa (2/6/2026).
Pernyataan itu disampaikan Teddy untuk menjawab berbagai pertanyaan publik terkait intensitas perjalanan luar negeri Presiden Prabowo sejak menjabat.
Baca Juga: 9 Relawan WNI GSF Disiksa hingga Disuruh Sujud Tentara Israel, Begini Reaksi Menlu Sugiono
Menurutnya, kunjungan tersebut bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bagian dari upaya memperkuat posisi Indonesia dalam hubungan internasional.
Ia menegaskan bahwa diplomasi yang dilakukan pemerintah diarahkan untuk membuka peluang investasi, memperluas kerja sama ekonomi, serta memperkuat hubungan strategis dengan negara-negara mitra.
Selain membahas investasi, Teddy juga menyinggung posisi Indonesia yang kini menjadi anggota kelompok BRICS. Ia menilai pencapaian tersebut tidak terlepas dari komunikasi dan hubungan yang dibangun Presiden Prabowo dengan para pemimpin dunia dalam berbagai forum internasional.
Menurut Teddy, manfaat dari diplomasi tersebut juga dirasakan dalam aspek ketahanan nasional di tengah dinamika global yang masih diwarnai konflik dan ketidakpastian ekonomi.
"Manfaatnya apa? Ya sekarang ini, di tengah konflik krisis dunia, situasi negara terjamin. Stok BBM aman, harga BBM subsidi tidak naik. Stok pangan aman," ujarnya.
Teddy juga mengungkapkan capaian lain yang menurutnya berkaitan dengan hubungan internasional Indonesia, yakni kesepakatan tarif nol persen dengan Uni Eropa. Ia menjelaskan bahwa perundingan tersebut telah berlangsung selama bertahun-tahun sebelum akhirnya mencapai titik kesepakatan.
"Kemudian, tarif 0 persen di Uni Eropa, ada 25 negara di situ. Dan ini perjanjian yang sudah diurus belasan tahun yang lalu, tapi kapan tercapai? Ya zaman Presiden Prabowo, tepatnya tahun 2025 lalu," sambungnya.
Di sektor pertahanan, Teddy menyebut Indonesia kini memiliki kerja sama yang luas dengan sejumlah negara seperti Prancis, Amerika Serikat, Rusia, China, dan Inggris. Hubungan tersebut mencakup penguatan kerja sama strategis serta pengembangan kemampuan pertahanan nasional.
Selain itu, ia menyoroti rencana pembangunan perkampungan haji Indonesia di Arab Saudi. Menurut Teddy, langkah tersebut menjadi salah satu hasil komunikasi pemerintah Indonesia dengan otoritas Arab Saudi.
Baca Juga: Begini Rahasia Habibie Tampar Nilai Dolar Rp 16.000 ke Rp 6.550
"Dan Saudi sendiri mengubah undang-undangnya agar suatu negara mempunyai lahan di situ untuk digunakan oleh jemaah haji," imbuh Teddy.
Ia menambahkan bahwa berbagai hasil yang diperoleh dari hubungan internasional tersebut menunjukkan bahwa diplomasi tidak hanya berkaitan dengan pertemuan antarnegara, tetapi juga menyangkut kepentingan ekonomi, investasi, perdagangan, pertahanan, hingga pelayanan bagi warga negara Indonesia di luar negeri.
Hingga kini, pemerintah terus mendorong kerja sama dengan berbagai negara untuk mendukung pembangunan nasional. Sementara itu, kunjungan luar negeri Presiden Prabowo masih menjadi bagian dari agenda diplomasi Indonesia dalam memperkuat hubungan bilateral maupun multilateral di berbagai kawasan dunia. (C)
Penulis: Ahmad Jaelani
Editor: Kardin
* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS