Pria Lebih Cepat Tidur Usai Bercinta, Begini Penjelasan Biologisnya
Ahmad Jaelani, telisik indonesia
Jumat, 24 Juli 2026
0 dilihat
Pria tampak tertidur pulas sesaat setelah bercinta, dipengaruhi perubahan hormon dan proses pemulihan alami tubuh. Foto: Repro iStockphoto
" Pria cenderung lebih cepat tertidur setelah bercinta dibandingkan wanita "

JAKARTA, TELISIK.ID - Pria cenderung lebih cepat tertidur setelah bercinta dibandingkan wanita karena dipengaruhi perubahan hormon, aktivitas otak, kebutuhan pemulihan energi, serta respons biologis tubuh usai orgasme.
Fenomena pria yang lebih cepat tertidur setelah berhubungan intim telah lama menjadi perhatian. Kondisi tersebut bukan sekadar kebiasaan, melainkan memiliki penjelasan ilmiah yang berkaitan dengan perubahan fisiologis yang terjadi di dalam tubuh setelah orgasme.
Secara umum, aktivitas seksual memicu pelepasan sejumlah hormon yang memberikan efek relaksasi. Tubuh menjadi lebih tenang, detak jantung perlahan kembali normal, dan rasa kantuk mulai muncul. Namun, respons tersebut umumnya lebih kuat dirasakan oleh pria dibandingkan wanita.
Salah satu penyebabnya berkaitan dengan proses evolusi. Dalam kajian biologis, tubuh pria membutuhkan waktu untuk memulihkan energi setelah ejakulasi. Fase pemulihan tersebut merupakan respons alami tubuh sebelum kembali siap menjalani aktivitas seksual berikutnya.
Selain itu, hubungan intim juga membutuhkan energi yang tidak sedikit. Aktivitas fisik selama bercinta hingga mencapai orgasme menyebabkan cadangan energi pada otot berkurang. Karena pria umumnya memiliki massa otot lebih besar, energi yang digunakan juga lebih banyak sehingga rasa lelah lebih cepat muncul.
Baca Juga: Sperma Kuning Merah atau Hitam Bisa jadi Pertanda Gangguan Kesehatan Ini
Melansir dari laman Halosehat, Jumat (24/7/2026), perubahan yang terjadi di otak turut memengaruhi kondisi tersebut. Saat orgasme, otak melepaskan berbagai zat kimia yang berkaitan dengan rasa nyaman, senang, dan relaksasi.
Pada saat bersamaan, aktivitas beberapa bagian otak yang berhubungan dengan fokus dan kewaspadaan mengalami penurunan sehingga tubuh menjadi lebih rileks dan muncul rasa kantuk.
Pria juga mengalami refractory period atau masa pemulihan setelah orgasme. Pada fase ini, tubuh memerlukan waktu sebelum kembali dapat menerima rangsangan seksual. Kondisi tersebut membuat banyak pria memilih beristirahat atau tertidur setelah berhubungan intim.
Sementara itu, wanita tidak selalu mengalami masa pemulihan dengan pola yang sama. Karena itu, sebagian wanita masih merasa segar setelah bercinta dan tetap ingin menikmati kebersamaan bersama pasangan.
Perbedaan respons tersebut juga dipengaruhi oleh sejumlah hormon yang dilepaskan setelah orgasme. Beberapa hormon yang berperan antara lain:
- Prolaktin, yang dikaitkan dengan munculnya rasa kantuk dan penurunan gairah seksual setelah orgasme.
- Oksitosin, yang memberikan rasa nyaman, tenang, serta memperkuat ikatan emosional dengan pasangan.
- Endorfin, yang membantu tubuh merasa rileks sekaligus mengurangi ketegangan.
- Gamma aminobutyric acid (GABA), yang berperan menekan aktivitas sistem saraf sehingga tubuh lebih mudah beristirahat.
Prolaktin menjadi salah satu hormon yang paling sering dikaitkan dengan rasa kantuk setelah orgasme. Peningkatan kadar hormon tersebut diyakini membantu menurunkan gairah seksual sekaligus memicu rasa lelah. Sejumlah penelitian juga menunjukkan kadar prolaktin pada pria dapat meningkat lebih tinggi setelah orgasme dibandingkan setelah masturbasi.
Baca Juga: 7 Efek Samping Suntik KB Perlu Diketahui, Gangguan Haid hingga Penurunan Kesuburan Sementara
Di sisi lain, oksitosin yang dikenal sebagai hormon pembentuk ikatan emosional turut memberikan efek relaksasi. Pelepasan hormon ini membuat tubuh merasa lebih nyaman sehingga dapat mendorong munculnya rasa kantuk setelah berhubungan intim.
Meski demikian, respons setiap orang tidak selalu sama. Usia, kondisi kesehatan, kualitas tidur, tingkat kelelahan, hingga kondisi psikologis dapat memengaruhi apakah seseorang akan merasa mengantuk atau tetap bugar setelah berhubungan seksual.
Dengan demikian, kecenderungan pria lebih cepat tertidur setelah bercinta merupakan bagian dari respons biologis tubuh yang dipengaruhi oleh kombinasi hormon, aktivitas otak, penggunaan energi, serta masa pemulihan setelah orgasme. Perbedaan tersebut merupakan hal yang normal dan dapat bervariasi pada setiap individu. (C)
Penulis: Ahmad Jaelani
Editor: Kardin
* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS