PSI Tembus 3,13 Persen, Cak Imin Singgung Jual Beli Suara, Grace Natalie: Hal yang Wajar

Mustaqim, telisik indonesia
Sabtu, 02 Maret 2024
0 dilihat
PSI Tembus 3,13 Persen, Cak Imin Singgung Jual Beli Suara, Grace Natalie: Hal yang Wajar
Wakil Ketua Dewan Pembina PSI, Grace Natalie, dan posisi perolehan suara nasional Pemilu 2024 yang diterima data center KPU RI pukul 17:00 WIB, Sabtu (2/3/2024). Foto: tangkapan layar Sirekap KPU RI

" Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang dipimpin putra bungsu Presiden Joko Widodo (Jokowi), Kaesang Pangarep, mendapat sorotan karena sementara perolehan suaranya di Pemilu 2024 melonjak tajam. Partai ini telah mengumpulkan 2.402.418 suara (3,13 persen) "

JAKARTA, TELISIK.ID – Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang dipimpin putra bungsu Presiden Joko Widodo (Jokowi), Kaesang Pangarep, mendapat sorotan karena sementara perolehan suaranya di Pemilu 2024 melonjak tajam. Partai ini telah mengumpulkan 2.402.418 suara (3,13 persen).

Perolehan suara PSI ini berdasarkan data terakhir di data center Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI yang ditampilkan di sistem informasi rekapitulasi (Sirekap) pada pukul 17:00 WIB, Sabtu (2/3/2024).

Sebelumnya pada Sabtu pagi ini, Telisik telah menampilkan perolehan suara nasional PSI yang masih berada di angka 2.389.559 suara (3,12 persen) dan mengungguli delapan parpol lainnya yang dipimpin para politisi kawakan.

Anggota KPU RI yang membidangi hukum dan pengawasan, Mochammad Afifuddin, enggan menanggapi kenaikan tajam perolehan suara PSI secara nasional. “Biar rekap berjenjang saja (yang akan membuktikan),” ujar Afifuddin kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (2/3/2024).

Baca Juga: Delapan Parpol Tembus PT 4 Persen, Partai Putra Jokowi Kalahkan Enam Politisi Kawakan

Afifuddin tidak bersedia menilai secara khusus fenomena peningkatan perolehan suara PSI. Dia mempersilakan publik mengikuti perkembangan perolehan suara seluruh partai politik pada rekapitulasi manual yang dilakukan secara berjenjang oleh KPU.

Perolehan suara sementara PSI pada persentase 3,13 persen mengindikasikan partai ini masih berpeluang lolos ambang batas parlemen atau parliamentary threshold (PT) 4 persen.

Peluang ini memungkinkan bagi PSI karena perolehan suara yang masuk ke data center KPU RI baru berasal dari 541.396 tempat pemungutan suara (TPS), atau baru mencapai 65,76 persen dari jumlah total 823.236 TPS.

Jika PSI bisa mencapai PT 4 persen hingga akhir pengumpulan perolehan suara secara nasional, maka partai putra bungsu Jokowi ini berhak untuk diikutkan dalam penentuan perolehan kursi di DPR RI.  

Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar alias Cak Imin, mengaku terkejut dengan peningkatan perolehan suara PSI. Dia menyinggung potensi terjadinya jual beli suara dan mengingatkan partai menjaga suara mereka.

“Kepada semua partai, termasuk khususnya PKB, untuk benar-benar menjaga suara masing-masing. Jangan sampai terjadi jual beli suara, transfer hasil pemilu yang itu sangat tidak bermoral,” tegas Cak Imin di Jakarta, Sabtu (2/3/2024).

Potensi terjadinya jual beli suara hasil pemilu, menurut Cak Imin, selalu terbuka. Karena itu, dia mengingatkan semua kontestan pemilu mengawasi rekapitulasi penghitungan perolehan suara di semua jenjang hingga ke KPU RI.

“Kita betul-betul harus awasi hari-hari di mana penghitungan ini kita mencurigai adanya transfer dan transaksi suara di luar aturan yang ada,” imbau Cak Imin yang juga calon wakil presiden (cawapres) nomor urut 1 berpasangan dengan capres Anies Baswedan.

Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Mardani Ali Sera, meminta KPU transparan dalam menampilkan data perolehan suara partai-partai politik peserta Pemilu 2024. Dia pun mengaku tak menyangka perolehan suara PSI bisa meningkat tajam.

Mengetahui persentase perolehan suara PSI yang sudah mendekati PT 4 persen, Mardani juga mengingatkan partai politik (parpol) lain untuk mengawasi. “Wajib diawasi dan KPU wajib transparan,” tegas Mardani, Sabtu (2/3/2024).

Baca Juga: Komisi II DPR Segera Revisi UU Pemilu, Mahfud Md: Ambang Batas Parlemen Minimal 2 Persen

Merespons sorotan yang ditujukan kepada PSI terkait perolehan suaranya yang meningkat drastis, Wakil Ketua Dewan Pembina PSI, Grace Natalie, menilai perolehan suara masih dinamis dan hal yang wajar.

“Penambahan termasuk pengurangan suara selama proses rekapitulasi adalah hal wajar. Yang tidak wajar adalah apabila ada pihak-pihak yang mencoba menggiring opini dengan mempertanyakan hal tersebut,” ujar Grace, Sabtu (2/3/2024).

Grace menyebut masih ada lebih dari 70 juta suara belum terhitung dan sebagian besar merupakan basis pendukung Jokowi. Dia sangat yakin basis pendukung Jokowi ini akan menjadi pundi-pundi tambahan perolehan suara bagi PSI.

Mantan Ketua Umum PSI ini meminta semua pihak tidak hanya menyoroti partai yang sekarang dipimpin Kaesang Pangarep. Dia berharap masyarakat menunggu hasil penghitungan akhir berjenjang oleh KPU RI. (A)

Reporter: Mustaqim

Editor: Fitrah Nugraha

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkait
Baca Juga