Puasa Sunnah di Bulan Muharram: Amalan Paling Utama Setelah Ramadan
Merdiyanto , telisik indonesia
Sabtu, 20 Juni 2026
0 dilihat
Berpuasa di bulan Muharram merupakan amalan sunnah paling utama setelah puasa bulan Ramadan. Foto: Repro Pexels
" Selain dikenal sebagai salah satu dari empat bulan haram (mulia), Muharram juga menjadi momentum istimewa untuk memperbanyak puasa sunnah "

JAKARTA, TELISIK.ID - Bulan Muharram, sebagai bulan pertama dalam kalender Hijriah, kembali menyapa umat Islam dengan keistimewaannya.
Selain dikenal sebagai salah satu dari empat bulan haram (mulia), Muharram juga menjadi momentum istimewa untuk memperbanyak puasa sunnah, terutama puasa pada hari Asyura (10 Muharram) dan Tasu'a (9 Muharram).
Menurut hadits shahih yang diriwayatkan Imam Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
"Puasa yang paling utama setelah (puasa) Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah, Muharram. Dan shalat yang paling utama setelah shalat wajib adalah shalat malam."
Hadits ini menegaskan bahwa puasa di bulan Muharram memiliki kedudukan tertinggi di antara puasa sunnah lainnya sepanjang tahun, dilansir dari rumaysho.com, Jumat (20/6/2026).
Baca Juga: Mitos Haram Menikah di Bulan Muharram, Begini Penjelasan Islam
Ulama seperti Imam Nawawi menjelaskan bahwa anjuran ini mendorong umat untuk memperbanyak puasa sunnah sepanjang bulan tersebut, bukan wajib sebulan penuh.
Keutamaan Puasa Asyura dan Tasu'a
Puasa Asyura pada tanggal 10 Muharram menjadi puncak keutamaan di bulan ini. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, sebagaimana diriwayatkan Abu Qatadah radhiyallahu anhu:
"Puasa Asyura menghapus dosa setahun yang lalu."
Untuk lebih menyempurnakannya, Nabi menganjurkan berpuasa juga pada hari ke-9 (Tasu'a) guna menyelisihi praktik Yahudi dan Nasrani yang hanya memuliakan hari ke-10.
Ibnu Abbas radhiyallahu anhuma meriwayatkan bahwa Rasulullah berpuasa Asyura dan memerintahkan sahabatnya, serta berencana menambahkan puasa Tasu'a pada tahun berikutnya.
Beberapa keutamaan lain puasa Muharram meliputi:
- Pahala berlipat: Puasa satu hari di Muharram disebutkan setara dengan pahala puasa 30 hari menurut sebagian riwayat, dilansir dari NU Online, Jumat (20/6/2026).
- Pengampunan dosa kecil: Khususnya puasa Asyura yang diharapkan menghapus dosa satu tahun sebelumnya.
- Mulai tahun baru dengan kebaikan: Muharram sebagai awal tahun Hijriah menjadi kesempatan ideal untuk membuka lembaran baru dengan amal saleh.
- Termasuk bulan haram: Amalan saleh di bulan ini dilipatgandakan pahalanya, sebagaimana firman Allah SWT dalam QS. At-Taubah: 36.
Baca Juga: Amalan Menunggu Kelahiran Anak, Ini Doa dan Sunnah Membawa Ketenteraman bagi Calon Orang Tua
Tata Cara dan Anjuran
Umat Islam dianjurkan memperbanyak puasa sunnah di 10 hari pertama Muharram atau sebanyak mungkin sepanjang bulan.
Puasa Asyura dan Tasu'a dapat dilakukan dengan niat sunnah puasa Muharram. Hindari berpuasa hanya pada tanggal 10 saja tanpa Tasu'a, sesuai anjuran Nabi.
Dengan mendekatkan diri melalui puasa, umat Islam diharapkan semakin bertakwa, membersihkan diri dari dosa, dan memulai tahun baru Hijriah dengan semangat kebaikan. Wallahu a'lam. (C)
Penulis: Merdiyanto
Editor: Kardin
* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS