Ramai Desakan Status Tuan Rumah Piala Dunia 2026 Dicabut, Begini Reaksi AS

Ahmad Jaelani, telisik indonesia
Senin, 19 Januari 2026
0 dilihat
Ramai Desakan Status Tuan Rumah Piala Dunia 2026 Dicabut, Begini Reaksi AS
Desakan pencabutan status tuan rumah Piala Dunia 2026 dari Amerika Serikat menguat, dipicu kebijakan visa Presiden Donald Trump. Foto: Repro TVRI.

" Kebijakan politik Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali memantik perhatian dunia internasional menjelang pelaksanaan Piala Dunia 2026 "

NEW YORK CITY, TELISIK.ID - Desakan agar status tuan rumah Piala Dunia 2026 dicabut dari Amerika Serikat terus menguat, menyusul kebijakan pembatasan visa Presiden Donald Trump yang menuai reaksi internasional.

Kebijakan politik Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali memantik perhatian dunia internasional menjelang pelaksanaan Piala Dunia 2026. Penangguhan pemrosesan visa imigran dari 75 negara dinilai berpotensi mengganggu mobilitas peserta dan pendukung turnamen sepak bola terbesar dunia tersebut.

Piala Dunia 2026 dijadwalkan berlangsung pada Juni hingga Juli 2026 dengan tiga negara sebagai tuan rumah bersama, yakni Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Dari total 104 pertandingan, Amerika Serikat mendapat porsi terbesar dengan menggelar 78 laga di 11 kota, termasuk Atlanta, Dallas, Los Angeles, New York, hingga San Francisco.

Situasi menjadi sorotan karena kebijakan visa tersebut menyentuh sejumlah negara yang tercatat sebagai peserta Piala Dunia 2026. Hingga pertengahan Januari 2026, pemerintah AS mengumumkan penangguhan pemrosesan visa imigran tanpa batas waktu bagi 75 negara, di antaranya Brasil, Kolombia, Mesir, Ghana, Maroko, Tunisia, dan Uruguay.

Desakan pencabutan status tuan rumah Amerika Serikat pun mengemuka dari berbagai pihak. Sebanyak 23 anggota parlemen Inggris dari empat partai politik menyampaikan mosi resmi yang menyerukan agar badan olahraga internasional mempertimbangkan ulang keterlibatan AS dalam ajang olahraga besar, termasuk Piala Dunia.

Baca Juga: Rumor Panas Super League: Ivar Jenner Dikabarkan Sepakat Gabung Persija Jakarta

Kekhawatiran juga muncul di kalangan penggemar sepak bola dunia. Sejumlah suporter mempertanyakan kepastian akses masuk ke Amerika Serikat, terutama bagi mereka yang berasal dari negara terdampak kebijakan pembatasan perjalanan yang diumumkan pemerintahan Trump sejak Juni 2025.

Menanggapi polemik tersebut, pejabat Departemen Luar Negeri Amerika Serikat menegaskan bahwa kebijakan visa tidak akan memengaruhi pelaksanaan Piala Dunia 2026. “Larangan tersebut hanya berlaku untuk penerbitan visa imigran dan tidak berlaku untuk visa non-imigran, seperti visa turis, atlet dan keluarga mereka, serta profesional media," ucapnya, seperti dikutip dari Kompas, Senin (19/1/2026).

Penjelasan serupa disampaikan Wakil Juru Bicara Utama Departemen Luar Negeri AS, Tommy Pigott. Ia mengatakan pembekuan visa dilakukan sebagai langkah pengamanan sistem nasional.

Baca Juga: PSSI Resmi Tunjuk John Herdman sebagai Pelatih Timnas Indonesia

“Kebijakan ini bertujuan mencegah penyalahgunaan sistem kesejahteraan dan manfaat publik oleh warga negara asing,” ujarnya.

Departemen Luar Negeri AS sebelumnya menyebutkan bahwa kebijakan tersebut dirancang untuk mengakhiri praktik pengambilan manfaat publik yang bersumber dari pajak warga Amerika. Pembekuan pemrosesan visa imigran itu dijadwalkan mulai berlaku secara resmi pada 21 Januari 2026.

Di tengah meningkatnya desakan internasional, pemerintah Amerika Serikat menegaskan komitmennya tetap menjadi tuan rumah Piala Dunia 2026 sesuai jadwal, dengan memastikan akses bagi atlet, ofisial, dan pihak terkait tetap berjalan sesuai ketentuan yang berlaku. (C)

Penulis: Ahmad Jaelani

Editor: Kardin

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Baca Juga