adplus-dvertising

Realisasi Vaksinasi Lansia Secara Nasional Baru 8,2 Persen

Kardin, telisik indonesia
Rabu, 07 April 2021
2086 dilihat
Realisasi Vaksinasi Lansia Secara Nasional Baru 8,2 Persen
Suasana dialog yang diselenggarakan KPCPEN. Foto: Ist.

" Kita sudah membuka begitu banyak sentra vaksinasi baik itu yang ada di Puskesmas maupun juga di beberapa pos-pos layanan vaksinasi milik pemerintah. "

JAKARTA, TELISIK.ID - Pemerintah pusat maupun daerah telah sama-sama mengoptimalkan vaksinasi bagi lanjut usia (Lansia), kelompok umur 60 tahun ke atas.

Vaksinasi bagi Lansia bertujuan untuk meminimalisasi angka kesakitan dan kematian akibat COVID-19, terlebih kelompok Lansia yang memiliki fatality rate tinggi terhadap paparan COVID-19.

Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 dari Kemenkes, dr Siti Nadia Tarmizi, M Epid menyebutkan, saat ini telah ada sejumlah kemudahan dalam rangka mengakselerasi dan membantu Lansia mendapatkan akses vaksinasi.


"Kini Lansia bisa mendatangi pos-pos pelayanan vaksinasi atau pun sentral vaksinasi tanpa perlu keterangan domisili lagi. Kita mengharapkan, minimum 90% Lansia sudah kita berikan vaksinasi dosis pertama di akhir Juni," terangnya dalam  Dialog Publik bertema Tugas Mulia Urus Lansia yang diselenggarakan KPCPEN dan ditayangkan di FMB9ID_IKP, Selasa (6/4/2021).

"Kita sudah membuka begitu banyak sentra vaksinasi baik itu yang ada di Puskesmas maupun juga di beberapa pos-pos layanan vaksinasi milik pemerintah," terang dr Siti Nadia lebih lanjut.

Baca juga: Badai Siklon Tropis Seroja Terjang Manggarai NTT, Berikut Data Kerusakannya

Akselerasi vaksinasi terhadap Lansia memang diperlukan mengingat tingkat partisipasinya yang masih di angka 8,2% secara nasional.

Menurut Ketua Komnas Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI), Prof Dr dr Hindra Irawan Satari, ada beberapa faktor yang mempengaruhi hal tersebut.

"Ada faktor ketakutan dan keraguan yang selama ini jadi faktor utama bagi para Lansia untuk mendatangi tempat-tempat vaksinasi," ujarnya.

Menurut Prof Hindra Irawan, vaksinasi COVID-19 telah mencakup 145 juta jiwa di seluruh dunia dan tidak berbahaya.

"Memang sudah ada kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI) yang dilaporkan. Namun saya bisa pastikan, KIPI ini adalah reaksi alamiah yang wajar. Ini terjadi pada setiap imunisasi yang artinya vaksin tersebut aman dan dapat diberikan bagi Lansia," jelasnya.

Baca juga: Pemerintah Siapkan Peta Jalan Industri 4.0 Menuju 10 Besar Negara Ekonomi Terbesar

Prof Hindra Irawan mengimbau memperbanyak membaca dan menyebarkan berita gembira terkait vaksinasi Lansia.

"Testimoni dari pasangan Lansia yang datang itu tolong juga diambil gambarnya dan diwawancara, kemudian diberikan penghargaan sehingga masyarakat percaya," pesannya.

Alasan mengapa vaksinasi bagi Lansia sangatlah penting, juga diungkapkan dr Dirga Sakti Rambe, dokter spesialis penyakit dalam/vaksinolog. Katanya, satu dari tiga pasien COVID-19 yang dirawat di rumah sakit merupakan golongan Lansia.

"Itulah alasan, mengapa kita sangat menginginkan memperbanyak cakupan vaksinasi bagi golongan Lansia ini, karena kita harus melindungi orang tua kita dengan segera," terang dr Dirga Rambe.

Dirga Rambe berpesan jika sampai saat ini vaksin itu aman, efektif, halal, dan gratis.

"Jadi, tidak ada alasan untuk tidak vaksinasi. Jadi, ayo kita proaktif sebagai anak dan sebagai anak muda, pengurus RT/RW, untuk membawa atau mendaftarkan Lansia agar bisa segera divaksinasi," paparnya. (C)

Reporter: Kardin

Editor: Haerani Hambali

TAG:
Baca Juga