adplus-dvertising

Refly Harun: Tidak Masalah Minta Presiden Mundur

Rahmat Tunny, telisik indonesia
Minggu, 31 Mei 2020
1386 dilihat
Refly Harun: Tidak Masalah Minta Presiden Mundur
Refly Harun. Foto: Ist.

" Meminta presiden mundur itu nggk apa2 dlm demokrasi. Yg nggk boleh, maksa presiden mundur. "

JAKARTA, TELISIK.ID - Penangkapan terhadap Ruslan Buton yang dilakukan oleh Tim Bareskrim Polri bersama Polda Sultra dan Polres Buton mendapat respon dari berbagai pihak. Pasalnya, penangkapan terhadap Ruslan Buton dinilai keliru dan berlebihan.

Ruslan Buton ditangkap oleh pihak kepolisian karena menulis surat terbuka meminta Presiden Joko Widodo mundur dari jabatannya. Ruslan Buton menilai Presiden Jokowi tidak mampu mengelola negara dengan baik dalam penanganan pandemi COVID-19.

Menanggapi penangkapan itu,  Pakar Hukum Tata Negara, Refly Harun, mengakui tidak ada masalah jika rakyat meminta presiden untuk mundur dari jabatannya. Karena yang tidak boleh itu adalah memaksa presiden untuk mundur.


"Meminta presiden mundur itu nggk apa2 dlm demokrasi. Yg nggk boleh, maksa presiden mundur," tulis Refly Harun dalam akun twitternya @ReflyHZ, Minggu (31/5/2020).

Baca juga: Warganet Viralkan Tagar RakyatButuhNewPresident

Di tweet lainnya, mantan Komisaris PT Pelindo itu mengatakan, pemimpin yang dewasa itu yang mendengar semua kritik rakyatnya, bukan malah menyerang balik rakyatnya.

"Pemimpin yang dewasa itu mendengar kritik, baik yang membangun maupun yang menjatuhkan. Bukan yang segera bereaksi untuk menyerang balik, atau membiarkan bawahan atau orang-orang yang mengatasnamakan dirinya menyerang balik. Kabur substansi kritiknya," jelasnya.

Diketahui, Ruslan Buton ditangkap di kediamannya di Dusun Lacupea, Desa Wabula 1, Kecamatan Wabula, Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara (Sultra) pada, Kamis (28/5/2020). Kabarnya, Ruslan Buton pun dijerat dengan pasal berlapis.

Reporter: Rahmat Tunny

Editor: Haerani Hambali

Artikel Terkait
Baca Juga