adplus-dvertising

Relawan Nakes COVID-19 RS Lapangan Ingin Kerja Lagi Akibat Nganggur Lama

Try Wahyudi Ary Setyawan, telisik indonesia
Jumat, 02 Desember 2022
307 dilihat
Relawan Nakes COVID-19 RS Lapangan Ingin Kerja Lagi Akibat Nganggur Lama
Para relawan nakes COVID-19 curhat akibat sudah lama tak bekerja, karena Rumah Sakit Lapangan ditutup. Foto: Try Wahyudi Ari Setyawan/Telisik

" Puluhan relawan COVID-19 yang dipekerjakan di Rumah Sakit Lapangan di Surabaya dan Bangkalan mengadu ke DPRD Jawa Timur "

SURABAYA, TELISIK.ID - Puluhan relawan COVID-19 yang dipekerjakan di Rumah Sakit Lapangan di Surabaya dan Bangkalan mengadu ke DPRD Jawa Timur. Pasalnya, selama Rumah Sakit tersebut ditutup karena pandemi COVID-19 sudah turun, kini mereka sudah tak bekerja lagi.

"Kami ingin nasib kami diperhatikan mengingat saat Rumah Sakit lapangan beroperasi, kami sudah berjibaku untuk membantu pasien COVID-19 hingga sembuh. Kami ingin dipekerjakan oleh Pemprov," jelas Susiwati, salah satu relawan saat ditemui di DPRD Jawa Timur, Jumat (2/12/2022).

Wanita asal Sidoarjo ini mengatakan, pihaknya ingin Pemprov memperhatikan nasibnya untuk bisa terus mendapatkan penghasilan, sehingga bantuan dengan dipekerjakan kembali bisa diharapkan membantu perekonomian relawan.


"Kami minta agar nantinya didistribusikan ke sejumlah rumah sakit di Jawa Timur," jelasnya.

Baca Juga: Gugatan 10 Cakades di Muna Mulai Disidangkan

Sedangkan anggota DPRD Jawa Timur, Hari Putri Lestari mengatakan, pihaknya berharap Pemprov bijak dalam menindaklanjuti dengan memberikan pekerjaan terhadap relawan COVID-19 di Rumah Sakit Lapangan di Surabaya dan Bangkalan.

"Pemprov saya minta koordinasi dengan rumah sakit se-Jawa Timur yang dimiliki Pemprov maupun milik swasta maupun Pemkab dan Pemkot untuk bisa mempekerjakan di sana," jelas politisi PDI Perjuangan ini.

Wanita yang akrab dipanggil HPL ini mengungkapkan, pihaknya berharap nasib nakes agar mendapat pekerjaan diperhatikan.

"Kalau toh harus bekerja ke luar negeri sebagai perawat atau tenaga medis mereka bersedia. Tentunya sebelumnya diberikan pelatihan sebagai kesiapan untuk diberangkatkan ke luar negeri," jelasnya.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Jawa Timur, Dokter Erwin Astha Triyono mengatakan, tidak seharusnya relawan tersebut ke DPRD Jawa Timur.

Baca Juga: Pembangunan Pusat Perkantoran Bumi Praja Laworoku, Rujab dan Masjid Capai Rp 75,5 Miliar

"Mereka itu relawan yang tentunya selama bekerja sebagai relawan itu hak-haknya sudah dipenuhi. Kalau sudah tidak ada pekerjaan ya harusnya mereka menerima," terang mantan Kepala Rumah Sakit Lapangan Pemprov Jawa Timur ini.

Erwin mengatakan, jika mereka ingin mendapatkan pekerjaan sebagai nakes, tentunya pihaknya bisa membantu untuk memfasilitasi ke sejumlah rumah sakit atau yang lainnya jika membutuhkan tenaga baru.

"Jika dokter ingin sekolah lagi, nanti saya buatkan rekomendasi agar dimudahkan. Jika ingin bekerja di rumah sakit, tentunya bisa dibantu dinkes dikomunikasikan jika rumah sakit butuh tenaga nakes. Kalau ada tentunya akan diberi rekomendasi untuk bisa mudah masuk bekerja," jelasnya. (A)

Penulis: Try Wahyudi Ari Setyawan

Editor: Kardin

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS 

Baca Juga