Revitalisasi Bahasa Muna, Bupati Bachrun: Jangan Biarkan hanya Jadi Cerita
Sunaryo, telisik indonesia
Minggu, 10 Mei 2026
0 dilihat
Bupati Muna, Bachrun Labuta, menerima buku dari Kepala Balai Bahasa Sultra, Dewi Pridayanti. Foto : Sunaryo/Telisik
" Balai Bahasa Sulawesi Tenggara (Sultra) terus melakukan penguatan dalam melestarikan bahasa daerah "

MUNA, TELISIK.ID - Balai Bahasa Sulawesi Tenggara (Sultra) terus melakukan penguatan dalam melestarikan bahasa daerah.
Kali ini Balai Bahasa Sultra melakukan peningkatan kompetensi guru utama dalam rangka revitalisasi bahasa daerah Muna. Peserta meliputi guru SD dan SMP Muna dan Muna Barat (Mubar).
Kepala Balai Bahasa Sultra, Dewi Pridayanti, menerangkan bahwa revitalisasi bahasa Muna dilakukan agar bahasa daerah tetap terjaga dan dilestarikan.
Baca Juga: Viral Link Video Guru Bahasa Inggris dengan Murid Gegerkan Medsos, Begini Penjelasannya
Melalui revitalisasi berbasis pendidikan, diharapkan generasi muda dapat menggunakan bahasa daerah dengan baik dan menyenangkan.
"Dengan bahasa daerah mengajarkan kita tentang etika dan moral," kata Dewi, Minggu (10/5/2026).
Sementara itu, Bupati Muna, Bachrun Labuta, menyambut positif kegiatan revitalisasi bahasa daerah yang dilakukan Balai Bahasa Sultra.
Bachrun mengungkapkan, cakupan penggunaan bahasa daerah Muna di Pulau Buton mencapai 60 persen. Sedangkan di Pulau Muna hampir secara menyeluruh.
Baca Juga: Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Perkuat Budaya Kerja Sehat
Ia menegaskan, bahasa daerah merupakan identitas. Karenanya, bahasa daerah harus terus dijaga dan dilestarikan.
Bahasa daerah, menurut Bachrun, ibaratnya adalah mahkota, yang berarti sebagai penyambung komunikasi dengan semua orang.
"Bahasa daerah adalah identitas kita. Jangan biarkan (hanya) menjadi cerita," tandasnya. (B)
Penulis: Sunaryo
Editor: Mustaqim
* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS