Oleh: Dr. Usmar, SE, MM
Kepala LPPM Universitas Moestopo (Beragama) Jakarta & Ketua Umum Lembaga Kebudayaan Nasional
SENANDUNG duka yang lirih terus mengiringi langkah lunglai sekitar 5,3 juta orang nasabah asuransi Jiwasraya menunggu kepastian nasib simpanannya.
Bertahun mereka menyisihkan sebagian penghasilannya untuk membeli polis asuransi dari sebuah perusahaan asuransi tertua milik Pemerintah yang sudah berusia lebih dari satu setengah abad itu, dengan tujuan untuk menggantungkan harapan dan ketenangan masa depan dan masa tua hidupnya kelak dikemudian hari.
Dengan label perusahaan asuransi milik pemerintah, meski dari kekayaan negara yang dipisahkan adalah mantera terpercaya, untuk menggaet para nasabah Jiwasraya mau berinvestasi di perusahaan tersebut.
