adplus-dvertising

Ruginya Tidur Berlebihan Saat Puasa

Fitrah Nugraha, telisik indonesia
Sabtu, 16 Mei 2020
1397 dilihat
Ruginya Tidur Berlebihan Saat Puasa
Tidur berlebihan di bulan Ramadan ternyata banyak ruginya. Foto: Repro Google.com

" Ya puasanya tetap sah, insya Allah, tapi nilainya rendah. "

KENDARI, TELISIK.ID - Bulan Ramadan menjadi momentum bagi seluruh umat Islam di dunia untuk mengejar pahala sebanyak - banyaknya.

Namun ada juga orang yang jam tidurnya berlebihan saat puasa, dengan alasan lemas. Lalu bagaimanakah hukum orang yang kebanyakan tidur saat puasa?

Dekan Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Dr H Syamsul Hidayat mengatakan, orang yang tidur sepanjang hari saat puasa Ramadan tidak membatalkan puasa.


Kendati demikian, tidur seharian saat berpuasa akan menurunkan nilai dari pahala yang didapat dari puasa tersebut. 

"Ya puasanya tetap sah, insya Allah, tapi nilainya rendah," kata Syamsul, dilansir dari Kompas.com.

Mengingat, saat puasa Ramadan harus dipenuhi dengan banyak kegiatan yang positif, yakni dengan ibadah.  

"Misalnya dengan beribadah, baca Al Quran, mengkaji ilmu, bersedekah dan bekerja," jelas Syamsul lagi.

Meskipun tidur selama puasa Ramadan dikatakan sebagai bagian dari ibadah, tentu hal ini tidak boleh dilakukan secara berlebihan. Sebab kebiasaan tidur terlalu lama saat puasa Ramadan akan menimbulkan berbagai efek bagi kesehatan tubuh kita.

Sebagaimana yang dilansir dari Merdeka.com, setidaknya ada enam bahaya yang timbul jika tidur terlalu lama saat puasa Ramadan. Simak informasinya.

Baca juga: Mayat Laki-laki Diitemukan Dalam Mobil Pick Up

1. Merasa Lemas

Bahaya yang timbul jika tidur terlalu lama saat puasa Ramadan salah satunya adalah kamu akan merasa tubuhmu lemas. Kondisi tersebut terjadi karena kebiasaan tidur yang terlalu lama akan membuat tubuh lebih pasif. Akibatnya otot dan anggota tubuh lain tidak dapat bekerja secara optimal, sehingga tubuh akan mudah terasa lemas.

Selain itu, bahaya tidur terlalu lama saat puasa Ramadan juga membuat tubuh tidak dapat melakukan metabolisme dengan baik dan maksimal. Secara otomatis, kondisi tubuh yang lemas membuat seseorang menjadi lebih malas untuk melakukan berbagai kegiatan.

Sayang sekali kan jika kita hanya memanfaatkan bulan Ramadan untuk tidur saja. Padahal banyak sekali kesempatan untuk umat muslim menambah amalan pahala di bulan suci ini.

2. Sistem Imun Tubuh Menurun

Turunnya sistem imun tubuh juga menjadi salah satu bahaya yang timbul jika tidur terlalu lama saat puasa Ramadan. Kebiasaan tidur yang berlebihan akan membuat kondisi tubuh lemas, karena otot terlalu lama diistirahatkan.

Kurangnya aktivitas tubuh dapat memberikan pengaruh pada sistem kekebalan tubuh. Sehingga sistem kekebalan tubuh akan menurun dan mudah terserang penyakit.

Penyakit seperti flu menjadi lebih sering datang pada orang yang terlalu banyak tidur. Untuk itu, ada baiknya kita tetap menjaga kesehatan tubuh dengan melakukan aktivitas fisik seperti berolahraga ringan.

Baca juga: PT. VDNI Wajib Bayarkan THR Karyawan dan Buruh

3. Menaikkan Berat Badan

Selanjutnya, bahaya yang timbul jika tidur terlalu lama saat puasa Ramadan adalah dapat menaikkan berat badan.

Tanpa sadar, orang yang terlalu lama tidur membuat kadar lemak dalam tubuh meningkat secara perlahan. Akibatnya, berat badan menjadi lebih mudah naik bahkan bisa menyebabkan obesitas.

Jika sudah mengalami gangguan tersebut, maka tubuh menjadi lebih rentan terserang berbagai penyakit. Lebih parah lagi, hal tersebut bisa mengganggu sistem kerja hati dan organ vital lainnya.

Oleh karena itu, sebaiknya menjaga pola tidur yang cukup perlu dilakukan agar puasa yang kita lakukan bisa bermanfaat juga untuk kesehatan tubuh.

4. Meningkatnya Risiko Depresi

Bahaya yang timbul jika tidur terlalu lama saat puasa Ramadan juga dapat meningkatkan risiko depresi. Berdasarkan hasil penelitian, tidur yang berlebihan mempunyai kaitan erat dengan gejala depresi dan kecemasan.

Hal itu akan semakin memperburuk kondisi kesehatan mental jika kebiasaan tidur dilakukan lebih dari 10 jam sehari.

Nah, bahaya kan. Oleh karena itu, sebaiknya kita perlu menghindari tidur berlebihan selama puasa. Ada baiknya, kita mengisi waktu luang dengan berbagai kegiatan positif dan menambah pahala. Dengan begitu, kondisi tubuh dan kesehatan mental bisa terjaga dengan baik.

Baca juga: PT. Bososi Pratama Dukung Penyelidikan Bareskrim Mabes Polri

5. Kesehatan Jantung Terganggu

Bahaya yang timbul jika tidur terlalu lama saat puasa Ramadan akan mengganggu kesehatan jantung. Berdasarkan sebuah penelitian, dikatakan bahwa tidur lebih dari 8 jam dapat memberikan dampak buruk bagi kesehatan jantung.

Seseorang yang mempunyai kebiasaan tidur berlebihan memiliki risiko terkena angina atau nyeri dada 2 kali lebih tinggi. Hal ini tidak lain disebabkan oleh kurangnya aliran darah ke jantung.

Penelitian lain juga mendukung pernyataan ini, bahwa orang yang tidur lebih dari 9 jam mempunyai risiko 34 persen lebih tinggi terkena penyakit jantung.

6. Menurunkan Kinerja Otak

Bahaya yang timbul jika tidur terlalu lama saat puasa Ramadan ternyata juga dapat berisiko menurunkan kinerja otak.

Seseorang yang mempunyai kebiasaan tidur lebih dari 9 jam dapat berpengaruh pada terganggunya sistem kognitif dan kinerja otak.

Hal tersebut berlaku sebaliknya. Jika kebutuhan tidur tercukupi selama 7 jam, hal itu dapat memberikan beberapa manfaat positif bagi organ otak. Kinerja otak akan menjadi lebih baik dan sistem kognitif dapat bekerja secara optimal.

Reporter: Fitrah Nugraha

Editor: Rani

Artikel Terkait
Baca Juga