Cerita Horor Dukun Pengganda Uang Habisi 12 Nyawa Pasien, Dieksekusi Ritual Malam Hari
Ahmad Jaelani, telisik indonesia
Kamis, 23 April 2026
0 dilihat
Di kebun terpencil Desa Balun, jenazah korban ditemukan usai ritual malam yang berujung kematian. Foto: Repro Kompas
" Kasus pembunuhan berencana yang melibatkan seorang dukun pengganda uang di Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah "

BANJARNEGARA, TELISIK.ID - Kebun terpencil di sebuah desa, langkah korban berakhir tanpa jejak saat ritual malam dijalankan, menyisakan rangkaian kematian tersembunyi yang baru terungkap setelah penyelidikan polisi.
Kasus pembunuhan berencana yang melibatkan seorang dukun pengganda uang di Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, mengungkap rangkaian peristiwa yang dilakukan secara sistematis terhadap para korban.
Peristiwa ini terjadi di Desa Balun, Kecamatan Wanayasa. Lokasi eksekusi berada di lahan perkebunan milik orang tua pelaku, dengan jarak sekitar dua kilometer dari tempat tinggalnya.
Pelaku bernama Tohari, 45 tahun, yang dikenal dengan sebutan Mbah Slamet, mengakui telah menghabisi 12 orang yang merupakan pasiennya sendiri. Para korban sebelumnya datang dengan tujuan menggandakan uang melalui praktik ritual yang ditawarkan pelaku.
Menurut pengakuannya, proses pembunuhan dilakukan pada malam hari. Pelaku bersama korban biasanya berangkat menuju lokasi sejak sore hari untuk memulai rangkaian kegiatan yang disebut sebagai ritual.
Baca Juga: Perjalanan Hijrah Koh Jeffry, dari Kebencian Total hingga Jadi Ketua Mualaf Center
"Berangkat biasanya pukul 16.00 WIB. Ritual sekitar satu jam, cuma ngobrol di sini. Setelah agak malam, baru disuruh minum (yang telah dicampur potas)," kata Mbah Slamet, seperti dikutip dari Kompas, Kamis (23/4/2026).
Setibanya di lokasi, pelaku terlebih dahulu berbincang dengan korban sebagai bagian dari pendekatan awal. Percakapan berlangsung dalam suasana yang tampak biasa sehingga korban tidak menaruh kecurigaan terhadap tahapan yang dijalani sebelum ritual dilanjutkan.
Dalam tahapan berikutnya, korban diberikan minuman yang telah dicampur dengan racun potas serta obat penenang. Minuman tersebut menjadi sarana utama pelaku untuk menghabisi korban.
"Setelah agak malam, baru disuruh minum (yang telah dicampur potas)," kata Mbah Slamet, menjelaskan tahapan yang dilakukan kepada korban.
Efek racun berlangsung cepat setelah diminum oleh korban. Dalam waktu singkat, korban kehilangan kesadaran hingga akhirnya meninggal dunia di lokasi tersebut tanpa sempat mendapatkan pertolongan.
Baca Juga: Deretan Lagu Indonesia Punya Kesan Horor Bikin Merinding, Penyanyi Bunuh Diri hingga Suara Misterius dalam Lirik
Setelah memastikan korban meninggal dunia, pelaku kemudian menguburkan jasad korban di lokasi yang sama. Proses penguburan dilakukan secara tersembunyi di area perkebunan. Tanah digali dan ditutup kembali untuk menghilangkan jejak kejadian.
Kasus ini terungkap setelah aparat kepolisian melakukan penyelidikan atas laporan dugaan penipuan yang kemudian berkembang menjadi kasus pembunuhan. Dari hasil pemeriksaan, pelaku menunjukkan langsung lokasi penemuan korban kepada petugas untuk dilakukan proses penggalian dan identifikasi.
Peristiwa ini menjadi perhatian karena melibatkan modus penipuan berkedok ritual spiritual yang berujung pada tindak pidana berat. Proses hukum terhadap pelaku masih berjalan sesuai ketentuan yang berlaku, termasuk pendalaman kemungkinan adanya korban lain dalam rangkaian kejadian tersebut. (C)
Penulis: Ahmad Jaelani
Editor: Kardin
* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS