Heboh Panglima Kopassus Tampar Protokoler Istana, Begini Penjelasannya
Ahmad Jaelani, telisik indonesia
Kamis, 23 April 2026
0 dilihat
Isu penamparan Panglima Kopassus terhadap protokoler Istana viral, klarifikasi resmi menyebut kabar tersebut hoaks tanpa bukti valid. Foto: Repro Penerangan Kopassus
" Isu dugaan penamparan oleh Panglima Kopassus terhadap protokoler Istana viral luas di media sosial "

JAKARTA, TELISIK.ID - Isu dugaan penamparan oleh Panglima Kopassus terhadap protokoler Istana viral luas di media sosial. Klarifikasi resmi menyebut informasi tersebut tidak berdasar fakta valid.
Komando Pasukan Khusus atau Kopassus memberikan penjelasan terkait kabar yang menyebut Panglima Kopassus, Djon Afriandi menampar seseorang dari pihak protokoler Istana.
Informasi tersebut beredar luas di berbagai platform digital dan memicu perhatian publik dalam waktu singkat.
Bantahan resmi disampaikan melalui akun Instagram @penkopassus pada Selasa, 21 April 2026. Dalam unggahan tersebut, Penerangan Kopassus menegaskan bahwa informasi yang beredar tidak benar serta dikategorikan sebagai hoaks yang tidak memiliki dasar fakta.
“Waspada sedang beredar kabar bohong yang menyeret nama petinggi TNI dan lingkungan Istana, narasi ini mengeklaim adanya keributan Pangkopassus dan pihak protokoler,” demikian keterangan akun Instagram@penkopassus, dikutip Kamis (23/4/2026).
Baca Juga: Satu Tanker Muat LPG RI Bisa Melintas Selat Hormuz
Penerangan Kopassus juga menyertakan konten yang sempat viral dan memberikan label hoaks serta fake news. Langkah ini dilakukan untuk menunjukkan bahwa informasi yang beredar telah diverifikasi dan dinyatakan tidak benar oleh pihak terkait.
Lebih lanjut, Penerangan Kopassus menyatakan tidak ada bukti valid yang mendukung narasi tersebut. Informasi itu dinilai sebagai karangan yang disebarkan untuk menimbulkan kegaduhan di ruang publik serta berpotensi mengganggu stabilitas internal institusi negara.
Baca Juga: Sosok dan Latar Belakang Pendidikan Saiful Mujani, Viral Provokasi Mau Gulingkan Prabowo
“Faktanya ini hanyalah karangan yang tidak memiliki bukti valid, informasi ini sengaja disebar untuk menciptakan kegaduhan dan memecah soliditas internal institusi negara,” ujar Penerangan Kopassus.
Sebelumnya, narasi dugaan insiden tersebut beredar melalui akun Threads @retailman69. Dalam unggahan itu disebutkan bahwa Panglima Kopassus melakukan tindakan kekerasan terhadap pihak protokoler Istana. Namun, akun tersebut kini sudah tidak ditemukan, sementara isi unggahannya telah menyebar luas di berbagai kanal media sosial.
Peristiwa ini menunjukkan bagaimana informasi yang belum terverifikasi dapat dengan cepat menyebar dan memengaruhi persepsi publik. Klarifikasi resmi dari institusi menjadi langkah penting untuk meluruskan informasi serta menjaga akurasi pemberitaan di tengah arus informasi digital yang cepat. (C)
Penulis: Ahmad Jaelani
Editor: Kardin
* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS