adplus-dvertising

Sabar dan Salat, Solusi Semua Masalah

Irawati, telisik indonesia
Minggu, 12 September 2021
2876 dilihat
Sabar dan Salat, Solusi Semua Masalah
Allah memerintahkan kita untuk menjadikan sabar dan salat sebagai penolong, solusi dari semua masalah. Foto: Repro Tribunnews.com

" Sabar merupakan kemampuan mengendalikan diri yang juga dipandang sebagai sikap yang mempunyai nilai tinggi dan mencerminkan kekokohan jiwa orang yang memilikinya "

KENDARI, TELISIK.ID - Sabar adalah suatu sikap menahan emosi dan keinginan, serta bertahan dalam situasi sulit dengan tidak mengeluh.

Sabar merupakan kemampuan mengendalikan diri yang juga dipandang sebagai sikap yang mempunyai nilai tinggi dan mencerminkan kekokohan jiwa orang yang memilikinya.

Semakin tinggi kesabaran yang seseorang miliki maka semakin kokoh juga ia dalam menghadapi segala macam masalah yang terjadi dalam kehidupan. Sabar juga sering dikaitkan dengan tingkah laku positif yang ditonjolkan oleh individu atau seseorang.

Dikutip dari Republika.co.id, mengutip Ensiklopedi Tasawuf Imam Ghazali karya Luqman Junaedi, sabar memiliki arti yang cukup luas. Sabar tidak hanya dilakukan ketika seseorang tertimpa musibah. Tetapi, apa pun pekerjaan yang dilakukan dan diterima harus dibarengi dengan sikap sabar.

Sabar bisa berarti dapat menahan diri untuk tidak melakukan hal-hal yang bertentangan dengan hukum Islam. Menahan diri dalam keadaan lapang dan keadaan sempit dan dari hawa nafsu yang menggoyahkan iman.

Sabar adalah salah satu tingkatan maqamat yang harus dilalui oleh setiap manusia yang beriman. Manusia yang ingin berada dalam jalan Allah SWT akan melalui jalan tersebut dengan sabar.

Dilansir dari ummetro.ac.id, Allah SWT berfirman: Jadikanlah sabar dan salat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu amal berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk (Qur'an Surah Al-Baqarah ayat 45).

Menjadikan Al-Qur’an sebagai nasihat adalah sebuah kelaziman, karena Al-Qur’an sebaik-baiknya nasihat, nasihat langsung dari Allah SWT, nasihat yang paling benar isi dan caranya. Berbeda dengan nasihat manusia yang kadang salah, kadang benar, bahkan bisa jadi benar isinya tapi caranya salah, atau sebaliknya, caranya benar isinya salah.

Al-Qur’an adalah guidance dan counseling bagi manusia, semua masalah manusia sudah diberikan nasihatnya dalam Al-Qur’an, hanya manusia mau meyakini atau tidak, mau menjalankan atau tidak, dan kebenaran Al-Qur’an mutlak bukan sekedar relatif atau nisbi.

Hari ini mari kita renungkan nasihat Allah SWT, ketika manusia mengalami masalah dalam kehidupan, bahkan mungkin otaknya sudah tak mampu berfikir lagi akan solusinya, secara sederhana Allah SWT memberikan dua solusi, sabar dan salat.

Yang pertama, kesabaran awal dari kejernihan hati dan fikiran.

Dalam ayat di atas mintalah tolong dengan sabar adalah perintah yang sangat tegas, bahwa sabar adalah bagian solusi itu. Dia adalah solusi mental, sehingga dengan sabar manusia mampu menjernihkan fikiran dan hatinya.

Ada sebuah mahfudzat (pribahasa) man sabara zafira barang siapa bersabar pasti dia beruntung, pribahasa ini tentu sudah terbukti bahwa segala permasalahan akan selesai ketika berangkat dari kesabaran, tanpa kesabaran semua akan bertambah dan semakin kacau masalah.

Kesabaran tidak akan hadir dalam diri manusia, kecuali dia memiliki keyakinan kepada Allah SWT, bahwa apa yang terjadi semua telah menjadi keputusan Allah SWT. Dengan keyakinan ini maka kesabaran akan hadir. Sederhananya sikap batin kita akan selalu berada pada gelombang Alfa, yaitu bahagia dan tidak bersedih berlebihan, karena keyakinan yang tinggi kepada keputusan Allah SWT.

Allah SWT berfirman yang Artinya:

”Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.” ayat ini jelas bahwa manusia akan mendapatkan ujian dan solusinya adalah sabar. Ujian manusia dapat diklasifikasikan, ketakutan (psikologis), kelaparan (fisik), kekurangan harta (financial), kekurangan jiwa (kesehatan dan kematian), kekurangan buah-buahan (kesejahteraan). Itulah masalah manusia secara umum, dan yang mampu menyelesaikan adalah mereka yang bersabar.

Seberat apapun kesulitan akan bisa selesai jika kita sabar, mampu menghadapi semua konsekuensi, dan selalu yakin bahwa Allah SWT akan selalu membantu. Apalagi di era covid, yang menghasilkan kepanikan, maka sabar adalah jalan terbaik menghadapinya.

Yang kedua, salat sarana mendatangkan solusi

Salat menjadi sarana menghadirkan solusi, dan ini adalah cara terbaik, seberat apapun masalah, kembalilah kepada Allah, salatlah, sujudlah, rukuklah, tundukkan diri di hadapan Allah, hinakan diri, dan biarkan Allah yang akan membimbing solusi kita.

Kesombongan manusia akan kecerdasan dirinya, akan manajemen problem yang dipelajari, keilmuan problem solving yang ada pada dirinya, kadang melupakan bahwa Allah SWT sebagai pemberi solusi.

Apapun yang kita lakukan tidak akan merubah takdir Allah tanpa izin-Nya, maka salat adalah jalan terang solusi akan besarnya masalah kita.

Bisa jadi masalahnya bukan pandemi, tapi pandemi hadir karena kita bermasalah dengan Tuhan kita, sehingga Allah nasihati kita, mintalah tolong dengan sabar dan salat.

Karena tidak ada musibah, masalah, pandemi, kesulitan kecuali itu dijadikan pengingat bagi mereka yang lalai, menjadi azab bagi yang ingkar dan menjadi ujian kenaikan kelas bagi yang beriman.

Baca Juga: Berapa Jam Nabi Muhammad SAW Tidur Malam? Ini Penjelasannya

Baca Juga: Allah Mengirimkan Malaikat Penjaga Bagi Pencari Ilmu

Banyak hadis nabi menyatakan akan salat sebagai solusi: Rasulullah Shallallahu ’Alaihi Wasallam bila mengalami suatu perkara (cobaan), maka beliau selalu salat. Dalam hadis lain, Huzaifah telah menceritakan hadis berikut: Aku kembali kepada Nabi Shallallahu ’Alaihi Wasallam pada malam (perang) Ahzab, sedangkan Nabi Shallallahu ’Alaihi Wasallam ketika itu menyelimuti dirinya dengan jubah tebal dalam keadaan melakukan salat. Dan beliau bila menghadapi suatu perkara (besar) selalu salat.

Dalam riwayat lain, Ali Radhiyallahu Anhu menceritakan hadis berikut: Sesungguhnya aku di malam perang badar melihat kami semua (pasukan kaum muslim) tiada seorang pun melainkan tertidur kecuali Rasulullah Shallallahu ’Alaihi Wasallam yang selalu salat dan berdoa hingga subuh. Semua riwayat ini dinukil oleh Ibnu Katsir dalam tafsirnya.

Ini menunjukkan bahwa salat adalah solusi multiproblem, mari kita amalkan. Akan tetapi salat yang benar-benar tunduk, karena Allah akhiri ayat ini, semuanya berat kecuali mereka yang khusyuk.

Khusyuk adalah menundukkan diri, dan hanya pasrah kepada Allah, mohon bimbingan Allah, lepaskan kesombongan kita, teori kita, tapi fokus akan bimbingan Allah SWT.

Dengan salat kita akan mendapatkan ketenangan dan disitulah solusi akan hadir, Allah akan gandeng kita dengan tulus menyelesaikan masalah kita. (C)

Reporter: Irawati

Editor: Haerani Hambali

Artikel Terkait
Baca Juga