adplus-dvertising

Sebut Tagihan PLN Menggila, Dokter Tompi Dicap Kampret

Muhammad Israjab, telisik indonesia
Jumat, 12 Juni 2020
1224 dilihat
Sebut Tagihan PLN Menggila, Dokter Tompi Dicap Kampret
Lewat akun Twitternya @dr_tompi, mengkritik soal tagihan listrik kantornya yang membengkak. Foto: Repro google

" TAGIHAN PLN MENGGILA! Ini dr PLN kagak ada konfirmasi2 main sikat aja. "

KENDARI, TELISIK.ID - Publik figur yang juga berprofesi sebagai dokter, yaitu Teuku Adifitrian yang akrab disapa Tompi mengeluhkan tagihan listrik miliknya yang membengkak.

Kekesalannya terhadap Perusahaan Listrik Negara (PLN) itupun diutarakannya melalui akun twitter pribadinya @dr_tompi.

Dalam cuitannya, Tompi merasa tagihan listrik dari PLN sangat menggila, bahkan tak tanggung-tanggung kenaikan tagihan itu tanpa konfirmasi dari pelanggannya.


"TAGIHAN PLN MENGGILA! Ini dr PLN kagak ada konfirmasi2 main sikat aja," tulis Tompi, dilaman twitternya, Kamis (11/6/ 2020).

Dari cuitannnya itu, Tompi kemudian mendapatkan respons beragam dari warganet dari merasakan hal yang sama hingga cacian. Bahkan, akun resmi PLN @pln_123 merespons cuitan Tompi yang mengatakan akan mengecek ID pelanggannya.

"Mohon maaf atas kendala yang dialami saat ini ya Kak, agar admin dapat melakukan pengecekan dapat dibantu Id pelanggannya via DM ya. Trims -Riko," tulis admin @pln_123.

Baca juga: Bupati Busel Lapor Wartawan, Hugua: Terkesan Arogan

Kemudian, Tompi pun kembali membalas respons dari cuitan admin PLN tersebut, yang mengatakan akan kirim data-data yang diminta. Ditambah protesnya bahwa, tagihan listrik kantornya tak masuk akal karena kosong dan tidak dipakai selama tiga bulan.

"Besok sy kirim ya. Itu kantor kosong gak dipake krn hampir 3 bulan tutup," tegas Tompi.

Cuitan Tompi itu pun mendapatkan respons yang beragam dari netizen. Tidak hanya membantu mengadukan tetapi ada juga yang justru menyerang cuitan Tompi itu.

Salah satunya akun Twitter @MudasirRomini, menyindir keluhan Tompi kepada PLN. Akun tersebut sampai menyebut Tompi sakit hati gara-gara tidak dapat jabatan dari Jokowi. Tompi pun terlihat membalas tuduhan yang bahkan menyebutnya sebagai kampret.

"Profesi dokter kalau Sudah terpapar radical & Sakit hati karena gak dapat jatah jabatan dari Pak Jokowi , omongan nya kasar , omongan sekelas dokter tapi kayak Orang yg gak punya attitude .kan kampret !!!!" tulis @MudasirRomini.

Baca juga: Pemerintah Sepakati Tambah Dana Rp 1,02 Triliun di Tahapan Pilkada Juni 2020

"Wkwkwk mudasiromini ini kl mau bunyi , sekolah dulu. Kyknya gw kagak pernah mau jadi apa2 di pemerintahan. Berdoa itu jgn minta ampun dosa doang... minta dikasih kesemptan berpiikir," jawab Tompi.

Sebelumnya, Direktur Niaga dan Manajemen Pelayanan Pelanggan PLN, Bob Sahril mengatakan tagihan tarif listrik naik beberapa bulan terakhir karena adanya pengalihan (carry over) biaya lebih yang seharusnya dibayar pengguna atau konsumen.

Hal itu dikarenakan adanya pembatasan sosial berskala besar (PSBB), sehingga petugas PLN tidak bisa melakukan pencatatan meter ke rumah pelanggan. Untuk itu, tagihan April dan Mei PLN menggunakan mekanisme pencatatan rata-rata tiga bulan sebelumnya.

"Kita melakukan rata-rata pembacaan tiga bulan ke belakang untuk dapat angka stand meter pada Maret untuk tagihan April. Jadi kita minta rata-ratanya Desember, Januari dan Februari," kata Bob melalui telekonferensi yang dikutip dari detik.com, Kamis (11/6/2020).

eporter: Muhammad Israjab

Editor: Sumarlin

Baca Juga