adplus-dvertising

Seminggu Pasca Imlek, Market Kripto Alami Kenaikan

Fitrah Nugraha, telisik indonesia
Jumat, 11 Februari 2022
840 dilihat
Seminggu Pasca Imlek, Market Kripto Alami Kenaikan
Market Kripto alami kenaikan. Foto: Ist.

" Harga aset kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar itu kini sudah menyentuh angka Rp 600 jutaan dan diyakini akan terus menguat secara bertahap "

JAKARTA, TELISIK.ID - Setelah beberapa waktu lalu sempat terdiskon cukup besar, harga Bitcoin terpantau menghijau atau mengalami kenaikan, pada Kamis (10/2/2022).

Harga aset kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar itu kini sudah menyentuh angka Rp 600 jutaan dan diyakini akan terus menguat secara bertahap.

CEO Indodax Oscar Darmawan menilai, hal ini sebagai hal yang positif di awal Februari. Menurutnya, market di Februari sudah mulai pulih dan berharap kedepannya harga kripto bisa menguat terus.


“Februari merupakan awal di mana market kripto mengalami rebound setelah dua bulan terakhir mengalami penurunan yang cukup dalam. Ini membuktikan bahwa aset kripto khususnya yang berkapitalisasi pasar besar cocok untuk jangka panjang,” ujar Oscar.

Investor yang sempat mengalami was-was karena dua bulan terakhir kripto sedang turun drastis, harusnya tidak terlalu khawatir asalkan menggunakan uang dingin saat berinvestasi.

Pada Kamis 10 Februari kemarin, harga Bitcoin tercatat berada di harga Rp 641,000,000 setelah sebelumnya berada di kisaran Rp 500 juta.

“Bahkan sebelumnya sempat turun drastis di sekitar Rp 490 jutaan,” ujarnya.

Baca Juga: Sabar Bun, Harga Minyak Goreng di Pasar Tradisional Kota Kendari Masih Mahal

Oscar menyebutkan bahwa hal ini didorong oleh beberapa sentimen positif yang terjadi beberapa waktu terakhir. Naiknya harga kripto sejalan dengan tingginya permintaan atau pembelian terhadap aset kripto itu sendiri.

Biasanya, jika harga Bitcoin (BTC) naik, ini akan diikuti oleh aset-aset kripto lainnya. Beberapa waktu terakhir, kabar positif hadir dan sedikit banyak ini mempengaruhi market. India memutuskan untuk mengadopsi kripto dan akhirnya menganggap kripto sebagai aset legal di negaranya meskipun dengan mengenakan pajak penghasilan sebesar 30 persen.

“Perusahaan besutan Michael Saylor (Micro Strategy) kembali memborong sebanyak 660 Bitcoin serta lapangan pekerjaan di Amerika yang naik meskipun sedang marak Omicron turut menyumbang sentimen positif untuk kripto,” jelas Oscar.

Dengan market hijau seperti ini, Oscar mengatakan, harganya masih akan trend bullish, meskipun akan turun sesekali karena harga kripto memang wajar mengalami kenaikan dan penurunan yang cepat.

Baca Juga: Aplikasikan Ilmu saat Kuliah, Pemuda Ini Sukses Buka Usaha Jamur Tiram

Berdasarkan data pada perdagangan Indodax Kamis 10 Februari 2022 jam 10 siang, beberapa aset kripto dengan kapitalisasi pasar tertinggi selain Bitcoin pun mengalami kenaikan

Ada harga Ethereum (ETH) yang naik sebesar tiga persen, serta BNB, Ripple (XRP), Cardano (ADA) dan juga Polkadot (DOT) yang naik kurang lebih sekitar dua persen.

Untuk diketahui, Indodax adalah startup jual beli aset kripto terbesar dan terpercaya di Indonesia yang memperdagangkan lebih dari 180 aset kripto. Kini, melayani lebih dari 5 juta member. Deposit bisa dimulai dari harga 10 ribu Rupiah.

Indodax memiliki counter offline yang bisa dipakai oleh para member untuk berkonsultasi yang berada di pusat perkantoran Sudirman, Jakarta Selatan dan Sunset Road di Bali. (C)

Reporter: Fitrah Nugraha

Editor: Haerani Hambali

Artikel Terkait
Baca Juga