Sempat Zona Merah, Baubau Kini Pengendali Inflasi Terbaik Kedua Nasional
Elfinasari, telisik indonesia
Senin, 12 Januari 2026
0 dilihat
Wakil Wali Kota Baubau, Wa Ode Hamsinah Bolu. Foto: Ist.
" Kota Baubau, Sulawesi Tenggara, berhasil mengubah catatan inflasi dari zona merah pada Oktober 2025 menjadi salah satu yang terbaik di Indonesia "

BAUBAU, TELISIK.ID - Kota Baubau, Sulawesi Tenggara, berhasil mengubah catatan inflasi dari zona merah pada Oktober 2025 menjadi salah satu yang terbaik di Indonesia.
Berdasarkan data terbaru, Kota Baubau saat ini menempati peringkat kedua nasional dalam pengendalian inflasi, berkat kerja sama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) dan berbagai dinas terkait.
Wakil Wali Kota Baubau, Wa Ode Hamsinah Bolu, mengatakan bahwa meski sempat berada di peringkat tertinggi inflasi di Sulawesi Tenggara pada Oktober 2025, Kota Baubau berhasil menutup tahun dengan catatan inflasi terbaik.
Baca Juga: Penetapan Jadwal Pemilihan Cakades PAW di Muna Tunggu Hasil Seleksi Khusus Dua Desa
Upaya pengendalian yang dilakukan oleh TPID membuahkan hasil, menjadikan Baubau sebagai kota dengan inflasi terendah kedua di tingkat nasional.
Ia juga menegaskan bahwa keberhasilan ini bukanlah kerja individu, melainkan hasil kerja bersama seluruh dinas terkait dan pihak yang terlibat dalam berbagai intervensi pengendalian inflasi.
"Hanya dalam waktu tiga bulan, kita berhasil mengubah kondisi dari zona merah menjadi zona biru dalam pengendalian inflasi, baik di Sultra maupun nasional,” ujarnya, Senin (12/01/2026).
Ia menambahkan bahwa pencapaian ini menjadi bukti bahwa kerja bersama secara konsisten bisa menyelesaikan masalah secara bertahap.
Baca Juga: Api Hanguskan Apotek di Wangiwangi Selatan Wakatobi dan Pemilik Alami Luka Bakar
Hamsinah mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam TPID, baik ASN maupun non-ASN, atas upaya mereka dalam menekan inflasi di akhir tahun 2025.
Meski bersyukur atas capaian yang ada, ia juga menekankan perlunya evaluasi terhadap hal-hal yang belum optimal.
"Kita harus jujur menilai apa yang telah dicapai, sekaligus menjadi motivasi agar ke depannya lebih baik. Pada 2025, ada beberapa keterbatasan, termasuk efisiensi anggaran, yang memengaruhi kinerja kami. Namun, dengan kerja keras semua pihak, kita tetap bisa menyelesaikan tugas ini,” ujarnya. (C)
Penulis: Elfinasari
Editor: Mustaqim
* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS