KENDARI, TELISIK.ID - Ada dua hal penting yang dibahas dalam Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) Perwakilan Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) pada 19 April lalu, yaitu program pembangunan keluarga, kependudukan, dan keluarga berencana (Bangga Kencana) dan program percepatan penurunan stunting.
Sebagaimana diketahui, program Bangga Kencana belum mencapai target yang diharapkan dan stunting di Sultra berada di posisi 5 tertinggi se-Indonesia dengan jumlah 30,2%.
Kepala BKKBN Sultra, Asmar menanggapi serta menyiapkan langkah strategis, untuk mencapai target yang tertuang dalam hasil Rakerda BKKBN Sultra. Ia mengungkapkan, ada target yang harus dicapai dalam kinerja utama dan kinerja khusus pada program Bangga Kencana dan rekonsiliasi stunting di Sultra.
Ia mengatakan langkah strategis untuk mencapai target, tim yang dibentuk untuk program Bangga Kencana dan rekonsiliasi stunting dengan upaya memperluas jangkauan pelayanan sampai ke daerah tertinggal dan terpencil.
Dia juga berharap pemerintah daerah kabupaten/kota khususnya OPD KB dapat menggunakan dana penggerakan yang ada untuk melakukan pelayanan, bukan saja daerah yang dekat dengan perkotaan tetapi lebih ke daerah yang tertinggal.
