adplus-dvertising

Sulit Hadapi Orang Egois dan Keras Kepala? Tenang, Berikut 6 Tipsnya

Ahmad Sadar, telisik indonesia
Kamis, 18 Maret 2021
50070 dilihat
Sulit Hadapi Orang Egois dan Keras Kepala? Tenang, Berikut 6 Tipsnya
Ilustrasi sikap egois. Foto: Repro dephositphotos

" Hanya saja, keegoisan setiap orang memiliki kapasitas yang berbeda-beda. Dan yang lebih parahnya adalah mereka yang hanya ingin menang sendiri atau terkadang terus marah dan memerintah saja. "

KENDARI, TELISIK.ID - Terkadang kita berasumsi bahwa sudah memperlakukan orang lain dengan baik. Anda pun berpikir sudah cukup peduli dan membahagiakan orang lain.

Namun kenyataannya, orang egois tidak pernah sadar bahwa mereka egois. Bagaimana pun, sifat egois dan keras kepala adalah masalah besar hari ini. Dimana-mana, kita akan selalu bertemu dengan orang egois, seolah tak ada tempat untuk bersembunyi dari mereka.

Hanya saja, keegoisan setiap orang memiliki kapasitas yang berbeda-beda. Dan yang lebih parahnya adalah mereka yang hanya ingin menang sendiri atau terkadang terus marah dan memerintah saja.


Lantas, bagaiman cara menghadapi manusia seperti ini? Dikutip dari Gilife.id, berikut enam tips yang bisa Anda coba untuk menghadapi orang egois dan keras kepala:

1. Jangan Ambil Pusing Ucapannya

Orang yang egois seringkali berbicara tidak sesuai realita, maka mengikuti apa yang mereka katakan hanya akan membuat kita pusing.

Jangan ikuti permainan yang mereka buat. Jujurlah pada diri sendiri.

Orang-orang egois mungkin akan mengatakan “Kamu harusnya begini” “Kamu harusnya begitu” “Karyamu jelek” “Pilihlah yang ini”.

Mereka akan mengatur keseluruhan gaya hidup kita mulai dari pekerjaan, kebiasaan hingga gaya berpakaian.

Tapi jangan hiraukan mereka dan jangan tersinggung dengan omongannya.

Biarkan orang-orang egois mengatakan apapun tentang dirimu, kamu tetaplah menjadi dirimu. Jangan berubah karena omongan orang lain, kecuali kamu memang setuju dengan pendapatnya.

Pada intinya, ambillah apa yang baiknya untukmu dan yang buruk jangan diambil pusing.

Baca juga: Hanya Lewat HP, Berikut 7 Langkah Download Video Youtube dengan Cepat Tanpa Aplikasi

2. Terima Kekurangannya

Mungkin bersikap egois dan pemarah itu salah, tetapi terkadang kita juga perlu melihat dari sudut pandang yang lebih luas tentang hal ini.

Setiap orang menghadapi benturan yang berbeda-beda dalam kehidupan. Orang-orang yang egois dan pemarah bisa jadi memiliki luka batin mendalam yang dibawanya dari masa lalu.

Maka sangatlah penting untuk melapangkan dada dan mulai memahami kekurangan mereka. Terimalah bahwa orang yang egois tidak memikirkan kebutuhan kita terlebih dahulu.

Terimalah bahwa orang yang pemarah berkata-kata dengan emosi tanpa berpikir dahulu. Memahami bagaimana kondisi orang lain terkadang membuat kita lebih mudah memaafkan.

Dibalik semua kekurangan itu, tentunya mereka juga memiliki kelebihan yang tidak kita miliki. Sehingga sangat penting bagi kita untuk bersabar menerimanya.

3. Koreksi Diri dan Cari Cara Memperbaikinya

Orang yang egois sering berpikir bahwa dunia hanya tentang dirinya, seolah semua orang tidak ada artinya dan hanya dia yang patut menjadi contoh bagi orang lain.

Tapi dengan segala kekurangan mereka, sudahkah kita mengoreksi diri sendiri?

Setelah kamu menyadari bahwa kamu sedang berhubungan dengan orang egois, apa yang membuatmu mempertahankan hubungan itu?

Bukankah hal itu sama saja membiarkan duri menusuk daging kita sendiri?

Cobalah lihat dengan sudut pandang yang lebih luas, bahwa hal ini tidak sepenuhnya kesalahan mereka. Sebab jika kita sudah sadar ada sesuatu yang membahayakan, seharusnya kita berhenti atau mengubah arah.

Hal ini terjadi karena kita membiarkan semuanya terus terjadi. Maka cobalah sesekali menegurnya, sampaikan semua yang terpendam dalam hatimu selama ini. Setelahnya, pastikan orang itu tidak mengulanginya lagi.

4. Batasi Waktu Dengan Orang Egois

Orang egois selalu ingin menang dalam segala hal, menghabiskan banyak waktu bersama mereka tentunya akan membuat kita kalah dalam segala hal, baik energi, pikiran, emosi dan waktu.

Meskipun sangat penting memberikan toleransi kepada mereka untuk berubah, kita juga perlu memberikan batasan.

Saat segala sesuatunya sudah terlalu berlebihan bagi kamu, maka cobalah mencari alasan yang sopan untuk pergi. Kamu mungkin akan mendapatkan banyak sekali reaksi dan reaksi tetapi tetaplah pergi.

Sebab jika kamu diam saja, itu sama saja seperti memberi mereka ruang lebih banyak untuk mengintimidasi dirimu.

Orang-orang yang egois tidak memiliki kepekaan tentang apa yang dirasakan orang lain, jadi kamu pun tak perlu mengkhawatirkan mereka.

Waktumu terlalu berharga, ada baiknya dihabiskan sendirian di kamar daripada dengan orang yang egois dan pemarah.

Baca juga: Jerawat Bermunculan saat Datang Bulan? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

5. Sudah Lelah Menghadapi Orang Egois? Tinggalkan!

Kata orang sabar tidak ada batasnya. Ya, benar, tetapi selain sabar kita juga perlu sadar.

Kita perlu sadar bahwa berhubungan dengan orang egois sama saja menyakiti diri sendiri.

Semakin lama kamu mempertahankan hubungan itu, maka semakin besar kapasitas kesabaran yang kamu butuhkan.

Tapi hidupmu terlalu berharga. Waktu dan perasaan yang kamu miliki terlalu mahal untuk diberikan secara cuma-cuma untuk orang yang tak bijaksana menghargainya.

Jangan biarkan orang-orang seperti ini membuat dirimu seperti keset.

Jadi, berkomunikasilah dengan benar dan tanpa rasa takut sedikit pun, ucapkan kata-kata baik yang mungkin bisa menyadarkan dia setelah kepergianmu. Terkadang kita perlu meninggalkan seseorang agar mereka bisa menjadi lebih baik.

6. Buat Lingkaran Baru

Tinggalkan yang buruk, maka yang baik akan datang. Sebab kita tidak mungkin mendapatkan hubungan yang baik dengan seseorang, jika kita masih berada dalam suatu hubungan yang buruk.

Turunkan ekspektasi untuk membuat orang lain berubah. Biarkan orang-orang egois berubah dengan sendirinya.

Sekarang sudah saatnya membentuk lingkungan baru yang lebih baik untuk dirimu. Jika kamu inginkan pertemanan atau pasangan yang baik, maka carilah di tempat-tempat yang baik.

Ingat kembali rasa sakit, penderitaan, dan lelahnya memberi perasaan yang kuat untuk orang yang egois. Jadikan kisah itu sebagai pelajaran untuk ke depannya dan mulailah menemukan orang yang tepat.

Dunia ini luas. Banyak orang-orang yang mau peduli, mendengarkan dan mengerti kita, sekarang kembali pada pilihan kita masing-masing. (C)

Reporter: Ahmad Sadar

Editor: Fitrah Nugraha

TAG:
Baca Juga