adplus-dvertising

Tahun 2021 Perempuan Paling Banyak Minta Cerai, Laki-Laki Jomblo Membludak

Ibnu Sina Ali Hakim, telisik indonesia
Jumat, 31 Desember 2021
742 dilihat
Tahun 2021 Perempuan Paling Banyak Minta Cerai, Laki-Laki Jomblo Membludak
Ilustrasi sidang perceraian di Pengadilan Agama. Foto: Repro Jabarekspres.com

" BPS melaporkan, perempuan berusia 10 tahun ke atas paling banyak cerai, baik cerai hidup maupun cerai mati "

JAKARTA, TELISIK.ID - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, perempuan berusia 10 tahun ke atas paling banyak cerai, baik cerai hidup maupun cerai mati.

Dilansir dari Katadata.co.id, tercatat sebanyak 10,25% perempuan memiliki status cerai mati pada 2021. Persentase perempuan yang cerai mati tersebut lebih tinggi dari laki-laki. Sebanyak 2,66% laki-laki memiliki status cerai mati.

Kemudian, sebanyak 2,58% perempuan yang cerai hidup pada 2021. Adapun laki-laki yang cerai hidup sebanyak 1,66%.


Sebaliknya, laki-laki yang melajang atau jomblo jauh lebih banyak daripada perempuan. Sebanyak 36,4% laki-laki melajang, sedangkan perempuan sebanyak 27,27%.

Perempuan sedikit lebih banyak yang sudah menikah daripada laki-laki. Tercatat 59,9% perempuan telah menikah. Sementara laki-laki menikah sebanyak 59,28%.

Baca Juga: Penerimaan Pajak 2021 Lebihi Target, Anggota DPR: Berkah Kenaikan Harga Komoditas dan Energi

BPS juga menyebutkan, rata-rata umur perkawinan pertama perempuan lebih muda, yaitu 20,61 tahun. rata-rata umur perkawinan pertama laki-laki adalah 24,85 tahun.

Dilansir dari Merdeka.com, perceraian merupakan suatu kondisi yang tidak diinginkan dan cenderung dihindari oleh setiap pasangan yang sudah menikah. Terlebih lagi ketika pasangan tersebut sudah mempunyai anak, keputusan untuk bercerai tentu akan dipertimbangkan berulang kali. Hal ini dilakukan tidak lain agar setiap keputusan yang diambil merupakan pilihan terbaik untuk setiap pihak, termasuk pengaruhnya pada anak.

Namun pada kondisi tertentu, perceraian bisa menjadi pilihan terbaik yang harus diambil oleh pasangan suami-istri. Khususnya ketika masalah yang menjadi sumber konflik sudah terlalu rumit untuk diselesaikan, atau tidak bisa ditolerir lagi.

Baca Juga: Tahun 2022 Harga Minyak dan Gas Diprediksi Terus Naik, Ketua Banggar DPR Dorong Transformasi Ekonomi Hijau

Dengan mengambil keputusan bercerai, maka masing-masing pihak bisa memulai kehidupan sendiri-sendiri yang lebih baik.

Dalam hal ini, terdapat beberapa penyebab perceraian yang sering terjadi di masyarakat. Penyebab perceraian yang umum terjadi tidak lain adalah hadirnya orang ketiga atau adanya perselingkuhan yang dilakukan salah satu atau kedua pihak dari suatu pasangan. Bagi sebagian orang, ini termasuk kesalahan besar yang cukup menyakitkan dan tidak bisa ditoleransi lagi.

Selain perselingkuhan, penyebab perceraian pada pasangan juga bisa berasal dari kondisi ekonomi keluarga, masalah kecanduan, situasi stres yang berdampak parah, hingga masalah ketidakcocokan yang dialami pasangan. Beberapa penyebab ini memang sering menjadi pangkal masalah dalam pernikahan yang berujung perceraian. (C)

Reporter: Ibnu Sina Ali Hakim

Editor:Haerani Hambali

Baca Juga