Tak Mau Ambil Resiko, Polisi Pulangkan Pemuda ODP yang Mabuk

Deni Djohan, telisik indonesia
Minggu, 26 April 2020
0 dilihat
Tak Mau Ambil Resiko, Polisi Pulangkan Pemuda ODP yang Mabuk
Ilustrasi pengecekan suhu tubuh warga. Foto: repro brito.id

" Karena membawa minuman saya langsung tahan keduanya. Setelah saya interogasi, minuman yang ada ini sudah yang kedua kalinya mereka beli. Saya langsung bawa di kantor. Ternyata satu dari dua pemuda itu baru pulang dari Jakarta jam dua siang kemarin. Dia ini transit mau ke Binongko, Wakatobi. "

BAUBAU, TELISIK.ID - Penjemputan pasien yang positif terpapar COVID-19 membuat geger warga Kota Baubau. Kendati begitu, masih ada saja warga yang kapatuli atau tak mendengar imbauan dari pemerintah.

Belum lama ini, Kapolsek Wolio, AKP Bahtiar S.Sos sempat mengamankan dua pemuda yakni, Sumarno dan Sadam, warga perumahan Wanabakti, Kelurahan Sulaa Kecamatan Betoambari, Kota Baubau, yang berkendara dalam kondisi mabuk.

Ironisnya, Sumarno, baru saja pulang dari Jakarta. Harusnya, Sumarno ditetapkan sebagai Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan melakukan isolasi mandiri.

Kejadian itu bermula, saat kedua pemuda tersebut melintas masuk ke dalam kawasan perumahan menggunakan motor. Karena dalam kondisi terpengaruh miras, motor yang digunakan menabrak polisi tidur yang membentang di badan jalan. Seketika, botol minuman yang dipegangnya jatuh.

"Karena membawa minuman saya langsung tahan keduanya. Setelah saya interogasi, minuman yang ada ini sudah yang kedua kalinya mereka beli. Saya langsung bawa di kantor. Ternyata satu dari dua pemuda itu baru pulang dari Jakarta jam dua siang kemarin. Dia ini transit mau ke Binongko, Wakatobi," ungkap Bahtiar.

Baca juga: Dua Kasus OTG Baru di Konawe

Tak mau mengambil resiko, ke dua pemuda itu akhirnya dipulangkan karena diduga masih berstatus ODP dan diberi peringatan untuk tidak ke luar rumah. Harusnya, lanjutnya, tim gugus melakukan pemantauan terhadap setiap warga yang masuk di Kota Baubau melalui jalur bandara.

"Jadi dia itu masih di BTN Wanabakti. Dia rencana mau ke Wakatobi hanya saja, kapal ini tidak ada yang berangkat karena masih dilarang," tambahnya.

Ia menyesalkan kinerja tim gugus dalam melakukan pemantauan khususnya di bandara. Harusnya kinerja mereka lebih maksimal lagi. Pasalnya, dengan gampangnya para pendatang ini berkeliaran tanpa pantauan. Apalagi, pekerjaan Sumarno yang diketahui penumpang dari Jakarta adalah seorang pelaut.

"Katanya, ada surat keterangan kuning atau surat keterangan kesehatan dari daerah sebelumnya. Kalau Sadam ini katanya tinggal di BTN," pungkasnya.

Reporter: Deni Djohan

Editor: Sumarlin

Baca Juga