JAKARTA, TELISIK.ID - Masih terngiang sadisnya konflik perang antar etnis yang terjadi di Sampit pada 2001 silam. Peristiwa tersebut kembali mencuat setelah bermunculan tagar tersebut di Twitter pada Sabtu (25/4/2020) kemarin.

Perang etnis antara suku Dayak pribumi dan Madura yang saat itu menjadi pendatang mengalami puncaknya. Bahkan disorot sampai media asing.

Konflik Sampit sebenarnya dipicu di era 30-an saat pemerintah Belanda menelurkan perintah transmigrasi kepada warga Madura untuk pindah ke Sampit, Kalimantan Tengah. Warga Madura yang konon lebih pintar berdagang, mengambil alih perekonomian dan menggeser kedudukan etnis Dayak.

Melansir dari Wikipedia, konflik Sampit mulai terjadi seiring berjalannya waktu. Sampai akhirnya puncaknya meletus dengan sangat dahsyat di Februari 2001 silam.

Perang antara Sampit dan Madura tersebut mengakibatkan 500 kematian serta beberapa warga Madura kehilangan tempat tinggal.