adplus-dvertising

Transportasi Laut Kasipute Menuju Pulau Penghasil Nikel Kabaena Bombana Lumpuh

Hir Abrianto, telisik indonesia
Rabu, 09 Maret 2022
1983 dilihat
Transportasi Laut Kasipute Menuju Pulau Penghasil Nikel Kabaena Bombana Lumpuh
Pelabuhan Feri Kasipute di Kabupaten Bombana. Foto: Hir Abrianto/Telisik

" Transportasi laut tujuan Kasipute menuju Pulau Kabaena atau sebaliknya kini lumpuh dirasakan oleh masyarakat "

BOMBANA, TELISIK.ID - Transportasi laut tujuan Kasipute menuju Pulau Kabaena atau sebaliknya kini lumpuh dirasakan oleh masyarakat.

Sebut saja, Asrin warga Kabaena yang kerap bolak balik dengan menggunakan jasa transportasi laut, baik armada kapal milik warga (kapal kayu) maupun kapal yang disediakan pemerintah seperti kapal feri.

Kata Asrin, sejak Dockingnya kapal KMP Dharma Kencana I yang biasanya melayani rute Kasipute-Pising dan transportasi paling diminati masyarakat, dari Februari lalu sangat dirasakan.


Pasalnya, kenyamanan penumpang dan jaminan keselematan serta kecepatan sehingga ketika tidak beroperasi, terpaksa harus menyeberang dengan alat transportasi kapal laut yang disediakan oleh masyarakat yang kadang kerap membuat hati was-was selama dalam perjalan.

"Ini sejak tidak beroperasinya kapal rute Kasipute-Pising sangat terasa transportasi laut kita lumpuh. Untung ada kapal feri Kasipute-Sikeli, itu pun hanya sekali seminggu, feri Dongkala dan kapal kayu yang kalau ada ombak kita selalu was-was. Rasanya lumpuh kita ini," ucap Asrin yang juga saat ini menjabat sebagai anggota DPR Provinsi Sultra, Rabu (9/3/2022).

Baca Juga: 20 Maret Mendatang, Pencarian Ketua KONI Konsel Dimulai

Padahal kata dia, Kabaena adalah salah satu pulau penghasil nikel terbanyak di Bombana, juga diperhitungkan di Sulawesi Tenggara jika dilihat dari SDA yang dikeruk setiap hari.

"Pemerintah Kabupaten Bombana dan Pemeringah Provinsi Sulawesi Tenggara harus pikirkan ini, apalagi pulau Kabaena itu tiap hari dikeruk tanahnya karena kandungan nikelnya," sambungnya.

Kepala Dinas Perhubungan Bombana Ramsi Rafiu juga turut membenerkan situasi saat ini. Ia mengatakan, jika pihaknya telah berupaya berkoordinasi dengan pihak ASDP dan manajemen Dharma Kencana untuk pemenuhan kebutuhan transportasi saat memasuki masa docking begini.

Baca Juga: SDN 11 Ranomeeto Gelar Vaksinasi Dosis 2 ke Siswa

"Benar, kami saksikan sendiri bagaimana kondisi transportasi laut saat Dharma Kencana istrahat. Kami juga sudah berupaya ke pihak ASDP dan juga ke manajemen Dharma Kencana,  tapi tidak ada armada yang bisa menjadi pengganti sementara. Kita tunggu saja sampai selesai masa perawatannya," ucapnya.

Sementara itu, Manajer KMP Dharma Kencana I, Taufiq, saat dikonfirmasi mengatakan, jika tidak ada kendala selama masa docking, Dharma Kencana bakal kembali beroperasi jelang akhir Maret 2022.

"Kemungkinan akhir Maret, sambil lihat kondisi," singkatnya. (A)

Reporter: Hir Abrianto

Editor: Kardin

Artikel Terkait
Baca Juga