Turis Asing Ungkap Pengalaman Buruk di Spot Selam Pulau Tomia, Ini Kata Balai TN Wakatobi
Zulkifli Herman Tumangka, telisik indonesia
Senin, 08 Juni 2026
0 dilihat
Dugaan pengusiran operator selam lokal oleh PT Wakatobi Dive Resort (WDR) terus menjadi perhatian publik. Foto: Instagram @wakatobi_resort
" Polemik dugaan pengusiran operator selam lokal di spot penyelaman Roma, Pulau Tomia, Kabupaten Wakatobi, pada Sabtu (6/6/2026) lalu terus menjadi perhatian publik setelah sebuah video yang diunggah turis warga negara asing (WNA) di media sosial memicu berbagai tanggapan "

WAKATOBI, TELISIK.ID - Polemik dugaan pengusiran operator selam lokal di spot penyelaman Roma, Pulau Tomia, Kabupaten Wakatobi, pada Sabtu (6/6/2026) lalu terus menjadi perhatian publik setelah sebuah video yang diunggah turis warga negara asing (WNA) di media sosial memicu berbagai tanggapan.
Dalam konfirmasi tertulis kepada telisik.id melalui direct message (DM) instagram yang kemudian diterjemahkan dari bahasa inggris, WNA tersebut mengaku menyaksikan langsung ketegangan yang terjadi saat dirinya mengikuti kegiatan penyelaman bersama operator lokal pada Sabtu (6/6/2026).
Menurut keterangannya, ketika kapal mereka hendak memasuki lokasi/spot penyelaman Roma, sebuah kapal keamanan lebih dulu mendekati mereka.
"Mereka mendekati kami dengan cukup agresif. Saya tidak memahami seluruh percakapan dalam bahasa Indonesia, tetapi saya bisa memastikan nada bicara mereka terdengar bermusuhan dan berulang kali memberi isyarat kepada staf serta instruktur selam kami untuk pergi," tulisnya kepada telisik.id, Senin (8/6/2026).
Tak lama kemudian, sebuah kapal dari Wakatobi Dive Resort (WDR) juga mendekati kapal operator lokal. Saat itu, menurutnya, kelompok penyelam dari WDR memang masih berada di dalam air dan hampir menyelesaikan penyelaman mereka.
Baca Juga: 12 Ruas Jalan di Muna Diusulkan di Program IJD, Ridwan Bae: Saya Pasti Perjuangkan
Dalam keterangannya, ia juga mengaku mendengar instruktur selam lokal menjelaskan bahwa mereka merupakan warga lokal Tomia. Namun, menurutnya, pihak lain tetap menolak keberadaan mereka di lokasi tersebut.
"Instruktur selam kami menjelaskan bahwa mereka adalah penduduk lokal Tomia, tetapi yang lain pada dasarnya menjawab bahwa mereka tidak berhak berada di sana," tulisnya.
WNA tersebut mengatakan persoalan itu bukan kejadian pertama yang dialami operator selam lokal.
Ia menyebut operator lokal ini kerap menghadapi kendala dalam mengakses sejumlah lokasi penyelaman karena adanya penerapan aturan yang membatasi satu kelompok penyelam berada di satu lokasi pada waktu yang sama.
"Mereka telah berulang kali mengalami masalah seperti ini. Setiap kali resor menempati suatu lokasi, operator lokal dicegah untuk menggunakannya," tulisnya lagi.
Menanggapi polemik yang berkembang, Balai Taman Nasional Wakatobi melakukan pertemuan dengan operator lokal, Nelayan Penjaga Pantai (NPP), dan pihak WDR pada Minggu (7/6/2026) kemarin.
Kepala Sub Bagian Tata Usaha Balai Taman Nasional Wakatobi, Abdul Aziz, menjelaskan bahwa berdasarkan hasil klarifikasi yang dilakukan, operator lokal tiba di lokasi saat penyelam WDR masih melakukan aktivitas penyelaman sehingga memilih menunggu hingga seluruh penyelam selesai dan kembali ke kapal.
"Pada saat operator lokal tiba di lokasi, penyelam dari WDR masih melakukan penyelaman sehingga operator lokal memutuskan untuk menunggu hingga seluruh penyelam selesai dan naik kembali ke kapal," kata Abdul Aziz.
Ia juga menjelaskan bahwa kapal patroli NPP sempat menghampiri kapal operator lokal. Namun, berdasarkan hasil pertemuan, pihak NPP membantah adanya niat untuk mengusir operator lokal dari lokasi penyelaman.
"Hasil pertemuan menyimpulkan bahwa pihak NPP tidak ada maksud maupun pernyataan yang bertujuan untuk mengusir. Namun apabila terdapat bahasa yang kurang berkenan, pihak NPP menyampaikan permohonan maaf kepada pihak yang merasa tidak nyaman atas penyampaian tersebut," ujarnya.
Baca Juga: Telkomsel Pertegas Komitmen Bisnis Berkelanjutan di Hari Lingkungan Hidup Sedunia
Abdul Aziz melanjutkan, berdasarkan penjelasan yang disampaikan dalam forum klarifikasi, pihak WDR bermaksud menjelaskan bahwa tali mooring yang masih terpasang merupakan tali yang sedang digunakan karena kegiatan penyelaman mereka belum selesai.
"Menurut pihak WDR, penjelasan tersebut tidak memperoleh kesempatan untuk disampaikan secara utuh karena situasi saat itu sudah berlangsung dengan tensi yang cukup tinggi," katanya.
Sebagai tindak lanjut, Balai Taman Nasional Wakatobi dalam waktu dekat akan membentuk forum pelaku wisata alam Taman Nasional Wakatobi.
"Tujuan pembentukan forum ini salah satunya agar tidak terjadi kejadian serupa di kawasan Taman Nasional Wakatobi," tambah Abdul Aziz.
Telisik.id telah berupaya meminta tanggapan kepada pihak PT Wakatobi Dive Resort (WDR) dan operator selam lokal Tomia Fun Dive terkait insiden tersebut. Namun hingga berita ini diterbitkan, kedua pihak belum memberikan respons. (B)
Penulis: Zulkifli Herman Tumangka
Editor: Mustaqim
* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS